logo


Kunjungan Prabowo ke AS Diprotes, PPP: Amerika Akan Dirugikan Jika Tidak Ada Kerja Sama

PPP mengatakan bahwa Prabowo mendapat undangan dari Menteri Pertahanan AS

15 Oktober 2020 13:49 WIB

Syaifullah Tamliha.
Syaifullah Tamliha. Istimewa

"Tidak pada tempatnya sejumlah pegiat HAM di Amerika untuk menolak Menhan RI dalam kehadirannya, sebab jika terjadi deal kerja sama bidang alutsista, maka senjata tersebut tidak akan digunakan militer Indonesia untuk pelanggaran HAM," kata Tamliha.

"Undang-Undang TNI yang ada sekarang lebih menjadikan TNI hanya berkutat di bidang pertahanan, sementara tugas keamanan ABRI di zaman Orde Baru telah diberikan kepada kepolisian. Saya yakin, Amerika membutuhkan Indonesia dalam kerja sama Indo-Pasifik, terutama mengantisipasi manuver Tiongkok di Laut Cina Selatan," imbuhnya.

Sebelumnya, Amnesty International dan sejumlah lembaga menyurati Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, terkait kunjungan kerja Prabowo. Mereka meminta kunjungan kerja Prabowo tersebut harus dibatalkan.


Kunjungan Prabowo ke AS Disorot Amnesty International, Demokrat: Sudah Clear

"Kami menulis untuk mengungkapkan keprihatinan kami yang besar mengenai pemberian visa Departemen Luar Negeri kepada Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Indonesia, untuk datang ke Washington DC untuk bertemu dengan Menteri Pertahanan Mark Esper dan Ketua Kepala Staf Gabungan Mark Milley pada 15 Oktober," demikian isi surat tersebut, Rabu (14/10).

"Undangan ke Prabowo Subianto harus dibatalkan jika dimaksudkan untuk memberinya kekebalan atas kejahatan kekejaman yang dituduhkan kepadanya," katanya.

Amnesty International Sorot Kunjungan Prabowo ke AS, Gerindra Minta Tak Ulang Lagu Lama

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata