logo


Tak Ada Naskah Final Saat Rapat Paripurna, Demokrat Sebut UU Ciptaker sebagai UU Hantu

Benny menyatakan tidak ada naskah yang final yang diajukan saat sidang paripurna DPR RI pada Senin (5/10).

15 Oktober 2020 13:10 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman menganggap UU Omnibus Law Cipta Kerja sebagai UU hantu. Pasalnya, keberadaan naskah UU tersebut tak jelas.

“Kita tidak bisa membandingkan mana yang asli, mana yang hoax. Faktanya sejak mulai dari Timsin (tim sinkronisasi), Timus (tim perumus), hampir dengan rapat kerja pengambilan keputusan tingkat I, memang tidak ada naskahnya,” ujar Benny dalam program acara Mata Najwa bertema “Cipta Kerja: Mana Fakta Mana Dusta”.

Benny menjelaskan, naskah rancangan undang-undang (RUU) wajib dibacakan, sebagaimana UU Nomor 12 tahun 2011 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.


Usai Pelajari Draf UU Cipta Kerja, Hotman Paris Justru Beri Selamat ke Buruh Karena Hal Ini

“Faktanya, tidak ada naskah yang final yang diajukan, yang dibagikan kepada semua anggota dewan yang mengikuti rapat paripurna tanggal 5 Oktober itu,” terang Benny.

“Lalu bagaimana kita mengatakan ini yang hoax, ini yang benar. Makanya saya bilang rapat paripurna kami tanggal 5 Oktober itu, faktanya memang tidak ada rancangan undang-undang, tidak ada naskahnya,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Benny menyebut UU Cipta Kerja yang diketok palu dalam rapat Paripurna DPR pada (5/10) merupakan UU hantu.

“Makanya saya bilang ya kita sebetulnya menyetujui rancangan UU hantu. Ya ndak ada undang-undangnya, ndak ada rancangannya. Apa yang mau dibahas, apa yang mau disahkan, apa yang mau disetujui? Itu kan fundamental, penting itu,” jelas Benny.

“Dan kalau proses itu tidak dipenuhi, maka rancangan undang-undang ini batal. Tidak boleh diproses,” tegasnya.

Pedemo Tolak UU Ciptaker Disebut Sampah, Pengamat: Sangat Tidak Pantas Diucapkan Seorang Tenaga Ahli Utama KSP

Halaman: 
Penulis : Iskandar