logo


Habib Rizieq Disebut Pimpin Revolusi, KSP: Makna Revolusi Itu Apa?

Slamet Maarif kemudian menyinggung Presiden Joko Widodo yang kerap berbicara soal revolusi mental dan tidak dianggap makar.

15 Oktober 2020 09:28 WIB

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. Fpi.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab (HRS) disebut akan pulang ke Indonesia dan memimpin revolusi. Ketua DPP FPI, Slamet Maarif kemudian menyinggung Presiden Joko Widodo yang kerap berbicara soal revolusi mental dan tidak dianggap makar.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ade Irfan Pulungan, meminta FPI menjelaskan maksud revolusi HRS.

"Kalimat dia tidak jelas, makna revolusi itu apa? Sesuatu yang absurd dengan sesuatu yang nyata nggak bisa juga kita langsung membandingkan atau mempersamakan. Jadi sekali lagi kalimat-kalimat dalam ruang publik itu harus menjadi pemahaman yang utuh oleh publik supaya tidak menimbulkan multitafsir, supaya tidak adanya persoalan-persoalan hukum yang berakibat kemudian," kata Irfan kepada wartawan, Rabu (14/10).


Sindir Rizieq Shihab, Teddy: Selamatkan Dirinya Saja Tak Mampu, Apalagi Selamatkan Indonesia

Irfan mengatakan bahwa revolusi mental yang kerap diucapkan Jokowi tidak melanggar hukum.

"Makanya, kita kan jangan berandai-andai dengan sesuatu yang tidak pasti yang mereka ucapkan. Kalau yang dikatakan Pak Jokowi kan sudah jelas, revolusi mental itu untuk mengubah sikap mental untuk yang lebih baik. Dan itu tidak ada indikasi melanggar hukum. Makanya makna kata revolusi itu harus diperjelas, kewajiban dia memperjelas itu," ujarnya.

Habib Rizieq Diklaim Akan Selamatkan NKRI, Istana: Sesat dan Tak Masuk Akal!

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata