logo


Tangani Covid-19, Kominfo Pasang Internet di Seluruh RS dan Puskesmas

Pemerintah berkomitmen melakukan akselerasi penyediaan akses internet di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di seluruh Indonesia untuk mendukung perluasan dan peningkatan kualitas infrastruktur telekomunikasi di bidang kesehatan

14 Oktober 2020 19:58 WIB

Menteri Kominfo Johnny G Plate (kedua dari kiri)
Menteri Kominfo Johnny G Plate (kedua dari kiri) kominfo.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk mempercepat penyediaan akses internet di fasilitas layanan kesehatan (fanyakes). Upaya tersebut perlu dilakukan untuk percepatan penanganan Covid-19, khususnya untuk mengoptimalkan telekomunikasi antar dan intra fasyankes, peningkatan kualitas arus data fasyankes, serta pemanfaatan aplikasi kesehatan berbasis digital terlebih pada daerah-daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Layanan akses internet ini akan mencakup rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang belum memiliki akses internet atau yang sudah tersedia namun kualitasnya belum memadai,” ujarnya dalam Konferensi Pers Virtual Akselerasi Penyediaan Akses Internet di Puskesmas dan Rumah Sakit di Indonesia dalam Rangka Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dari Media Center KPCPEN Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (14/10) dalam siaran persnya.

Merujuk pada data Kementerian Kesehatan, Menteri Johnny mengatakan bahwa hingga 31 Desember 2019 lalu, Indonesia memiliki 2.877 rumah sakit dan 10.134 puskesmas yang tersebar dari wilayah Sabang hingga Merauke. Dari total 13.011 fasyankes tersebut, BLU (Badan Layanan Umum) BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kementerian Kominfo mengidentifikasi setidaknya ada 3.126 fasyankes yang saat ini masih memerlukan optimalisasi layanan internet.


Data Terbaru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 Capai 344.749

“Dari 3.126 titik tersebut, di tahun 2019, BLU BAKTI Kominfo telah menyediakan akses internet di 226 titik fanyankes. Sedangkan pada tahun 2020 ini, melalui kerjasama dengan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), BLU BAKTI Kominfo akan melakukan percepatan layanan internet di 2.192 fasyankes,” tutur Menteri Kominfo.

Sementara akses internet untuk 708 fasyankes sisanya, Johnny mengatakan bahwa itu akan diselesaikan pada kuartal I tahun 2021 mendatang.

“Dengan demikian Kementerian Kominfo akan menuntaskan penyediaan akses internet di seluruh fasyankes pada kuartal I tahun 2021,” ungkapnya.

Adanya akses internet di fasyankes tersebut diharapkan dapat mendukung program-program kesehatan masyarakat Indonesia di masa mendatang seperti penurunan angka kematian ibu dan bayi, pencegahan stunting, mendukung program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, dan peningkatan layanan kesehatan melalui telemedicine.

“Pemerintah berharap bahwa ketersediaan akses internet dapat mendukung program-program kesehatan masyarakat untuk jangka panjang. Poin terakhir ini sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam Percepatan Transformasi Digital Nasional, sesuai dengan arahan Presiden Bapak Joko Widodo,” papar Mentri Kominfo.

Untuk merealisasikan instruksi Presiden tersebut, Menteri Johnny mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun Roadmap Indonesia Digital.

“Dimana salah satu program yang termuat dalam roadmap tersebut adalah peningkatan akses layanan kesehatan,” tegasnya.

Menurut Kominfo.go,id, beberapa inisiatif yang masuk dalam Roadmap Indonesia Digital khususnya untuk sektor kesehatan hingga tahun 2024 mendatang diantaranya:

1. Perluasan jangkauan infrastruktur digital dalam mendukung layanan kesehatan melalui telehealth/telemedicine;
2. Penerapan registrasi kesehatan digital nasional, termasuk manajemen data dan health record;
3. Pengembangan hub dan ekosistem teknologi medis;
4. Penerapan analytics untuk manajemen penyakit (antara lain untuk meningkatkan akurasi diagnosa);
5. Perluasan pelacakan kontak; dan
6. Implementasi digitalisasi untuk mendorong hidup yang lebih sehat.

Selain penyediaan akses internet, Menteri Kominfo juga menyatakan bahwa Pemerintah terus meningkatkan literasi digital dan mempersiapkan talenta digital guna mendukung pemanfaatan teknologi untuk sektor kesehatan.

“Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, dan stakeholders terkait juga terus meningkatkan koordinasi dalam penyediaan aplikasi, platform, dan konten digital di sektor kesehatan,” jelasnya.

“Dimulai dengan penyediaan akses internet yang merata, kami berharap masyarakat di seluruh Indonesia dapat menikmati akses dan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan optimal,” ujarnya.

Dengan itu, lanjutnya, transformasi digital untuk mendorong inovasi layanan kesehatan dapat dipercepat.

“Didukung dengan adopsi teknologi baru dan penyiapan talenta digital, kami juga memiliki visi bahwa transformasi digital dapat mendorong kreativitas dan inovasi baru di sektor kesehatan,” harapnya.

Di akhir konferensi pers virtual, tak lupa Menteri Johnny juga mengajak semua pihak untuk membangun dan mewujudkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan .

“Untuk kesehatan pulih dan ekonomi bangkit menuju Indonesia maju: Indonesia Sehat, Indonesia Kerja, Indonesia Tumbuh!” tegasnya.

Bedah Peran Wirausaha Wanita dalam Kebangkitan Ekonomi, Yuk Ikuti Bincang Bisnis bank bjb!

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia