logo


Aksi Tolak UU Ciptaker, Pedemo Siap Revolusi Jika Presiden Acuhkan Tuntutan Massa

Massa meminta Predisen Joko Widodo membatalkan pengesahan UU Ciptaker yang telah disahkan oleh DPR dan Pemerintah pada 5 Oktober 2020 kemarin.

13 Oktober 2020 15:59 WIB

Aksi penolakan pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) di kawasan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10/2020).\n
Aksi penolakan pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) di kawasan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ratusan massa dari Front Pembela Islam, PETA, Ormas Betawi dan alumni 212 menggelar aksi penolakan pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) di kawasan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Dalam aksinya mereka mengibarkan bendera merah putih, bendera tauhid serta membentangkan spanduk yang bertuliskan Tujuh Tuntutan Anak NKRI yang terdiri dari mendukung aksi rakyat tolak UU Cilaka di Indonesia, stop kezaliman terhadap rakyat, bebaskan semua pelaku aksi anti UU Cilaka yang ditangkap dan hentikan penyiksaan terhadap para demonstran yang masih dalam tahanan, Segera Batalkan UU Cilaka, Menuntut Jokowi Mundur, Menuntut semua partai pendukung UU Cilaka untuk segera membubarkan diri.

Dalam aksi ini, massa meminta Predisen Joko Widodo membatalkan pengesahan UU Ciptaker yang telah disahkan oleh DPR dan Pemerintah pada 5 Oktober 2020 kemarin.


Pemerintah Diminta Mengakhiri Polemik UU Ciptaker dengan Menerbitkan Peraturan Pemerintah

“Tuntutan kami agar Presiden segera membatalkan UU Cipta Kerja, karena sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar Koordinator aksi Abdul Kadir Aka saat berorasi di kawasan bunderan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Abdul Kadir menegaskan pihaknya akan bergerak jika alim ulama memberikan arahan kepada mereka, termasuk melakukan revolusi jika Presiden Jokowi mengabaikan tuntutan mereka untuk mencabut UU Ciptaker.

“Siap revolusi, jika perintah alim ulama sudah dikeluarkan, maka kita siap revolusi,” seru Abdul Kadir

“Allahuakbar,” teriak massa aksi.

Boni Hargens: Ada Dua Kelompok Berkepentingan di balik Demo Tolak Omnibus Law Ciptaker

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar