logo


Petinggi KAMI Ditangkap Polisi, Ahmad Yani Kecewa: Harusnya Pemanggilan Dulu, Bukan Langsung Ditangkap

Ahmad Yani menduga petinggi KAMI ditangkap karena melanggar UU ITE

13 Oktober 2020 10:33 WIB

Politisi PPP yang juga mantan Anggota DPR RI, Ahmad Yani
Politisi PPP yang juga mantan Anggota DPR RI, Ahmad Yani satuharapan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Ahmad Yani megaku kecewa lantaran rekannya yang juga sesama petinggi KAMI, yakni Anton Permana dan Syahganda ditangkap polisi tanpa ada pemanggilan sebelumnya.

"Seharusnya kalau menurut KUHAP dan berkaitan dengan UU ITE, pemanggilan dulu, bukan langsung ditangkap," kata Ahmad Yani seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (13/10/2020).

Ahmad Yani mengaku belum tahu sangkaan apa yang diberikan polisi kepada dua rekannya tersebut. Namun ia menduga bahwa keduanya ditangkap karena melanggar UU ITE.


Bantah Demo Ricuh, KAMI: Masa Gerakan Moral untuk Melakukan Kerusakan?

"Kami belum tahu sangkaannya, tapi kemungkinan ya UU ITE karena yang menangkap itu Siber Bareskrim Siber," ujarnya.

Diketahui, Anton ditangkap pada Minggu (11/10/2020). Sementara Syahganda ditangkap pada Selasa pagi (13/10/2020) pukul 04.00 WIB. Anton Saat ini sudah didampingi kuasa hukumnya, sementara Syahganda kata Ahmad Yani tengah disiapkan tim advokasi karena belum ada yang mendampingi.

Bantah KAMI Tunggangi Demo Buruh, Din Syamsuddin: Itu Taktik Agar Massa Tidak Bereaksi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati