logo


Rencana AS Jual Senjata dan Pesawat Tempur ke Timur Tengah Ditentang oleh Israel

Menteri Intelijen Israel tak setuju dengan adanya rencana penjualan pesawat tempur F-35 dari AS ke Qatar

12 Oktober 2020 18:00 WIB

Jet Tempur F-35
Jet Tempur F-35 cnnindonesia.com

TEL AVIV, JITUNEWS.COM - Menteri Intelijen Israel Eli Cohen pada Minggu (11/10) mengatakan bahwa Israel akan menentang adanya kesepakatan pembelian pesawat tempur F-35 dari AS kepada negara-negara di Timur Tengah, termasuk Qatar dan Uni Emirat Arab.

Pada Rabu pekan lalu, kantor berita Reuters melaporkan bahwa Qatar telah mengajukan permohonan pembelian pesawat tempur tersebut kepada AS, mengikuti jejak Uni Emirat Arab pada bulan September lalu.

"Superioritas militer dan keamanan kita di kawasan adalah hal terpenting untuk kita," kata Eli Cohen dalam sebuah wawancara dengan Radio Militer Israel dikutip dari The Times of Israel pada Senin (12/10).


Mantan Anak Buah Donald Trump Ungkap Alasan Dirinya Golput dalam Pilpres AS

Untuk diketahui, AS saat ini tengah menikmati hubungan baiknya dengan Qatar dimana Arab tersebut menjadi salah satu pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah dengan jumlah pasukan yang bertugas disana mencapai 8 ribu personil.

Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menyatakan ketidak-setujuannya terhadap penjualan senjata dan pesawat tempur AS ke kawasan Timur Tengah, termasuk Uni Emirat yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Pada bulan September lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak berkeberatan untuk melakukan penjualan pesawat tempur canggih milik AS, F-35, kepada Uni Emirat Arab dan negara Timur Tengah lainnya.

"Sebagian besar dari mereka (Timur Tengah) adalah negara-negara kaya. Beberapa diantaranya sangat kaya seperti Uni Emirat Arab, dan (jika) mereka ingin membeli beberapa pesawat tempur (AS), saya pribadi tidak masalah dengan hal itu," kata Trump.

AS Curi dan Selundupkan Minyak Suriah ke Luar Negeri

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia