logo


Ketua MPP Jatim Mundur dari PAN, Wasekjen: DPP Tidak Kaget

Wakil Sekjen DPP PAN, Soni Sumarsono mengungkapkan bahwa DPP PAN tidak terkejut dengan keputusan Sugeng yang menyatakan mundur dari pengurus dan anggota partai.

12 Oktober 2020 16:09 WIB

Wakil Sekjen DPP PAN, Soni Sumarsono
Wakil Sekjen DPP PAN, Soni Sumarsono Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN DPW Jawa Timur (Jatim), Sugeng yang memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan dan keanggotaannya di PAN.

Sugeng memutuskan untuk keluar karena PAN mendukung disahkannya UU Cipta Kerja Omnibus Law. Hal ini disebutnya tidak sesuai dengan tujuan awal PAN mendirikan partai.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekjen DPP PAN, Soni Sumarsono mengungkapkan bahwa DPP PAN tidak terkejut dengan keputusan Sugeng yang menyatakan mundur dari pengurus dan anggota partai.


Tak Lagi Religius, Ketua MPP PAN Jatim Mundur: Saya Sebagai Umat Islam Tidak Cocok

“Sikap tersebut dapat dipahami jika memakai alasan bahwa PAN menyetujui UU Cipta Kerja dan alasan lainnya itu karena hal tersebut hanya sebagai alibi dan pembenaran alasan saja,” ujar Soni di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Dalam hal ini, Soni juga mengatakan sangat tidak benar alias tidak tepat jika PAN saat ini dikatakan tidak harmonis lagi.

PAN disebutnya justru pasca kongres ke-5 PAN di Kendari Sulawesi Tenggara, Februari 2020, seluruh mantan Ketua Umum PAN (kecuali Pak Amien Rais yang telah keluar dan meninggalkan PAN) bersama tokoh-tokoh lainnya telah bersatu-padu, berkomitmen bersama untuk membesarkan PAN.

“Ada Bang Hatta Rajasa, Mas Soetrisno Bachir, Asman Abnur, Drajad Wibowo, dan para senior lainnya tetap kompak dan guyub. Kongres telah usai. Tutup buku. Jangan dibuka-buka lagi,” kata Soni.

“PAN saat ini fokus menyiapkan diri melakukan transformasi menjadi partai modern. Kader PAN cukup dewasa dalam memahami proses demokrasi di internal partai,” imbuhnya.

Soni menambahkan bahwa semua kebijakan DPP PAN merujuk pada AD ART hasil kongres ke-5 PAN tahun 2020 dan Peraturan Partai hasil Rakernas PAN tahun 2020.

Dalam hal ini, Soni menilai bahwa Sugeng belum membaca ada beberapa pasal yang berubah di AD ART.

“Misalnya penetapan ketua DPD kewenangannya di DPP, sama persis dengan hasil kongres PAN tahun 2000, dan pasal lainnya. Soal penundaan pelaksanaan Muswil PAN Jatim hanya perkara teknis saja karena disesuaikan dengan jadwal Muswil di provinsi lainnya. Tidak ada AD ART dan Peraturan Partai yang dilanggar,” tuturnya.

Soni menegaskan sejak PAN didirikan pada tanggal 23 Agustus 1998 sampai sekarang, ideologi politik PAN adalah Nasionalis Relijius. Hal itu termaktub di dalam Anggaran Dasar PAN yang berdasarkan Pancasila dan berasaskan akhlak politik berlandaskan agama yang membawa rahmat bagi sekalian alam (rahmatan lil ‘alamin).

“Sampai sekarang dasar dan asas partai tidak berubah sama sekali, meskipun kongres memiliki kewenangan untuk merubah,” kata Soni.

“PAN saat ini terus melakukan konsolidasi organisasi, menyiapkan kaderisasi, dan membuat program kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Ketua MPP Jatim Mengundurkan Diri, Ini Kata PAN

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar