logo


Bantah Demo Ricuh, KAMI: Masa Gerakan Moral untuk Melakukan Kerusakan?

Ahmad Yani mengatakan bahwa pihaknya tidak mungkin melakukan kerusakan.

12 Oktober 2020 14:30 WIB

Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020).
Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mengaku tidak terlibat dalam demo menolak UU Cipta Kerja di Medan yang berujung ricuh.

Ketua Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani, mengatakan bahwa gerakannya adalah gerakan moral sesuai konstitusi.

"Tidak mungkin, karena gerakan kita adalah gerakan moral, konstitusional. Tidak mungkin. Dan itu sudah ada dalam platform-platform kita. Boleh ikut, tapi masih dalam koridor konstitusi dan koridor hukum," kata Ahmad Yani kepada wartawan, Senin (12/10).


PA 212 Demo Tolak UU Cipta Kerja, PDIP: Tanpa Didemo DPR dan Pemerintah Sedang Bekerja Keras

Ahmad Yani mengatakan bahwa pihaknya tidak mungkin melakukan kerusakan. Ia menduga ada orang-orang yang mengatasnamakan KAMI.

"Tapi kalau melakukan kerusakan pasti bukan gerakan KAMI itu. Saya dapat pastikan. Atau ada orang-orang yang mau mengatasnamakan KAMI. Kenapa? Karena KAMI adalah gerakan moral. Masa gerakan moral untuk melakukan kerusakan?" ujarnya.

Jokowi Berharap Tidak Muncul Klaster Demo di Tengah Pandemi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata