logo


Resiliensi Kesehatan Menaklukan Covid-19

Ketahanan Nasional sedang dalam ancaman.

12 Oktober 2020 07:59 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

Hari-hari diawal Oktober 2020, Bangsa Indonesia sedang berpacu menemukan “semua” suspek infeksi virus Covid-19 melalui Test untuk memastikan terkonfirmasi (positif) atau tidak, selanjutnya menyasari semua kontak eratnya melalui upaya pelacakan (Tracing), dan oleh fasilitas kesehatan ditetapkan status Treatment nya dalam isolasi atau perawatan.

Test untuk menemukan kasus, terutamanya kasus terkonfirmasi yang bersembunyi dalam wujud Tanpa Gejala (lebih 70%) membuat upaya ini butuh semangat dan kecerdasan. Beberapa Negara melakukan Test yang gencar, terbukti menemukan kasus yang banyak dan berdampak nyata pada menurunnya jumlah pertambahan kasus harian dan mulai memasuki fase terkendali sebagai gerbang efektif menuju Adaptasi Kebiasaan Baru.

Tabel berikut (10 Oktober) menunjukkan hubungan peningkatan Test dan akibatnya dalam penurunan Pertambahan Kasus harian dan Persentase Kesembuhan yang semakin membaik:


Data Terbaru Covid-19 Hari Ini, Jumlah Kasus Positif 333.449

Tabel diatas sangat dinamis, pada tulisan minggu yang lalu, posisi Indonesia ditempat ke-23, Dengan pertambahan harian diatas 4.000, maka minggu depan Indonesia diperkirakan akan melewati Turki, Filipina dan Arab Saudi yang semuanya sedang menikmati penurunan
pertambahan kasus dan meningkatnya persentase kesembuhan jauh diatas 80an%.

Posisi Indonesia yang semakin naik, dikarenakan pertambahan kasus terkonfirmasi yang sangat banyak dari hasil pencarian kasus melalui Test yang semakin massif. Ini bermakna kita sudah berada dijalur yang tepat, sekalipun terlambat dibanding Negara lainnya.

Dalam penanganan Wabah, kompleksitas penularan dan dampaknya harus diantisipasi dan dikendalikan secara komprehensif dengan satu KOMANDO yang tegas.

Pergeseran Komando Penanggulangan Covid-19

Pertengahan September yl, Presiden memberi perintah kepada Jenderal TNI (Purnawirawan) Luhut Binsar Panjaitan. Perintah terbaru ini menunjukkan Presiden semakin melihat kompleksitas pandemi Covid-19 dan dampak luasnya. Prinsip Komando sejak awal sudah diingat para ahli dalam penanggulangan wabah.

Setelah sebelumnya operasional ditangani Jenderal bintang tiga, kemudian kepada Sipil dengan jabatan Menteri Kordinator, kini Jenderal bintang empat dengan jabatan Menko yang juga berpengalaman banyak jabatan Menteri sebelum-sebelumnya.

Perintah untuk secara khusus mengendalikan virus Covid-19 pada 9 (Sembilan) Provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua dan Bali. Ke Sembilan wilayah ini menyumbangkan sekitar 75% kasus.

Ada 3 (tiga) tugas besarnya, Penurunan pertambahan kasus harian, Peningkatan angka kesembuhan dan Penurunan angka kematian. Menatap kepada Data Tabel diatas, ketiga tugas tersebut masih sangat relevan dan merupakan kunci sukses penanganan.

Ketiga tugas pak LBP hanya bisa dikendalikan manakala jumlah kasus yang sesungguhnya sudah didapat. Jika belu, maka angka kematian belum bisa ditekan dan jumlah kesembuhan hanya sedikit naik merangkak dibandingkan Negara lainnya yang sudah diatas 85-95% kesembuhan, dibandingkan kita yang masih disekitar 76%.

Persentase kesembuhan ini sudah merupakan prestasi luarbiasa dari para petugas kesehatan yang ikhlas bertarung nyawa dalam tugas dan keterbatasannya.

Penemuan kasus hanya bisa diperoleh dengan Peningkatan bermakna jumlah Test. Lihatlah jumlah Test dari semua Negara yang kini relatif terkendali pertambahan kasus hariannya, pertambahan jumlah kematian dan Peningkatan tajam jumlah kesembuhannya.

Jumlah test Indonesia kita, masih sangat amat sedikit. Itu bisa dilihat dari indikator yang digunakan oleh WHO, yakni Ratio jumlah Test persejuta populasi, dimana Indonesia termasuk masih terendah.

Tingkat Kesembuhan di Atas Dunia, Pemerintah Klaim Penanganan Covid-19 RI Membaik

Halaman: