logo


Aksi Protes Anti-Lockdown Paris, RIP Industri Restoran Perancis

Para pegawai dan karyawan sektor industri rumah makan di Paris menggelar aksi protes menolak kebijakan lockdown

10 Oktober 2020 13:01 WIB

Aksi protes pemilik restoran dan bar di Perancis
Aksi protes pemilik restoran dan bar di Perancis france24

PARIS, JITUNEWS.COM - Para pekerja restoran dan bar di Paris menggelar aksi turun ke jalan untuk memprotes aturan lockdown yang diberlakukan guna mencegah penyebaran wabah Covid-19. Mereka menilai kebijakan tersebut akan membuat sektor industri rumah makan di Paris mati.

Dalam unjuk rasa yang digelar pada Kamis (8/10) lalu, para pengunjuk rasa membuat aksi teatrikal dengan memperagakan prosesi pemakaman dengan mengusung peti mati dengan tulisan "Bar - restoran - klub" dimana beberapa orang lainnya membawa sejumlah tulisan "Industri restoran 1686-2020, RIP" dimana hal itu merujuk kepada tahun dimana bisnis kafe pertama kali dibuka di Paris.

Para demonstran menyebut jika aturan pembatasan sosial berskala besar adalah "pembunuhan sektor kami oleh pemerintah."

Salah seorang demonstran yang diketahui merupakan seorang manajer di salah satu restoran di Paris mengatakan bahwa diberlakukannya kembali PSBB atau lockdown akan menjadi pukulan telak bagi keseluruhan industri.

"Setelah melalui sebuah tahun yang sangat sulit dan tiga bulan penutupan, kami sekali lagi dipaksa untuk menutup (bisnis) setidaknya dua pekan. Itu adalah kematian bagi bisnis kami," ujarnya dikutip dari RT pada Sabtu (10/10).

Pada Senin lalu, pemerintah Perancis menetapkan Paris, dan sejumlah kota lain, sebagai zona merah penyebaran Covid-19. Status tersebut membuat bar dan kafe harus ditutup secara total sedangkan restoran diwajibkan untuk mengikuti aturan protokol kesehatan yang lebih ketat. Di saat bersamaan, sejumlah fasilitas pendidikan juga diminta untuk membatasi kapasitas mereka.

Pemerintah mengatakan bahwa aturan pembatasan yang diperketat ini sangat perlu untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat.

"Ini seperti rem karena wabah bergerak terlalu cepat," kata kepala kepolisian Paris Didier Lallement pada Senin (5/10).

Teror 2020 Masih Belum Berakhir, Ilmuwan Sebut Gunung Api Paling Aktif di Islandia Siap Meletus

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia