logo


Kepada Korban Kekerasan Demo Tolak Omnibus Law, KAMI Siap Beri Pendampingan Hukum

Menurut Gatot, aparat seharusnya bertugas melindungi dan mengayomi masyarakat ketika menyampaikan aspirasi.

10 Oktober 2020 04:30 WIB

Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo mengatakan pihaknya siap memberi pendampingan hukum bagi para demonstran yang mengalami kekerasan aparat saat aksi menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

"KAMI membuka Posko Advokasi dan Posko Pengaduan yang siap untuk mendampingi dan memberikan bantuan hukum kepada korban kekerasan dalam unjuk rasa UU Omnibus Law," kata Gatot, seperti dilansir dari cnnindonesia.com, Sabtu (10/10).

Menurut Gatot, aparat seharusnya bertugas melindungi dan mengayomi masyarakat ketika menyampaikan aspirasi. Sebab, kata dia, aparat memperoleh gaji beserta tunjangan dari uang masyarakat.


Siapkan Lawyer Terbaik, Istana Persilahkan Buruh yang Hendak Gugat UU Cipta Kerja

"KAMI mengutuk semua tindakan kekerasan dan brutal yang dilakukan oleh aparat kepada buruh, mahasiswa, pelajar dan emak-emak yang sedang memperjuangkan hak konstitusionalnya," ujar Gatot.

Gatot menilai pecahnya aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di sejumlah daerah adalah konsekuensi keputusan DPR dan Presiden yang mengabaikan aspirasi rakyat.

Oleh karena itu, Gatot meminta Presiden Joko Widodo membuka ruang dialog dan tak lepas tangan begitu saja.

"Ini pemerintah tetap memaksakan untuk memutuskan dan mengesahkan RUU Omibus Law," tegasnya.

Geram Dituding Danai Aksi Tolak UU Cipta Kerja, Demokrat: Kami Akan Tempuh Jalur Hukum

Halaman: 
Penulis : Iskandar