logo


Mantan Polisi yang Bunuh George Floyd Dibebaskan usai Bayar Jaminan Rp 14 miliar

Derek Chauvin, mantan polisi Minneapolis yang membunuh George Floyd dibebaskan

8 Oktober 2020 16:30 WIB

Derek Chauvin, mantan anggota kepolisian Minneapolis yang terlibat dalam insiden terbunuhnya George Floyd
Derek Chauvin, mantan anggota kepolisian Minneapolis yang terlibat dalam insiden terbunuhnya George Floyd istimewa

MINNEAPOLIS, JITUNEWS.COM - Derek Chauvin, seorang mantan anggota Kepolisian Minneapolis yang menjadi salah satu tersangka kasus pembunuhan George Floyd, pada Rabu (7/10) dibebaskan dari penjara setelah membayar uang jaminan sebesar USD 1 juta atau lebih dari Rp 14 miliar kepada pengadilan AS.

Chauvin dinyatakan bersalah karena telah melakukan tindak pembunuhan terhadap pria AS keturunan Afrika, George Floyd pada 25 Mei lalu. Floyd tewas usai lutut Chauving menekan bagian lehernya selama hampir sembilan menit. Video yang merekam insiden tersebut menjadi viral dan menyulut kemarahan warga AS dan di hampir seluruh belahan dunia lainnya.

Keluarga George Floyd sangat menyayangkan pembebasan Derek Chauvin tersebut.


Parlemen Inggris Klaim Punya Bukti Huawei Bersekongkol dengan Pemerintah China

"Dibebaskannya Derek Chauvin adalah sebuah peringatan yang menyakitkan bagi keluarga George Floyd bahwa kami masih belum mendapatkan keadilan untuk George," kata kuasa hukum kelurga Floyd dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip dari Reuters pada Kamis (8/10).

Dengan membayar USD 1 juta, Derek Chauvin dapat melangkah keluar dari penjara secara bebas bersyarat, dimana ia dilarang untuk kembali bekerja dalam satuan kepolisian atau lembaga penegak hukum lainnya, serta tidak diijinkan untuk melakukan kontak dengan keluarga Floyd. Chauvin juga diminta untuk menyerahkan semua ijin kepemilikan dan penggunaan senjata api.

Sementara itu, Gubernur Minnesota Tim Walz langsung meminta pasukan garda nasional AS untuk turun membantu mengamankan Minneapolis dari potensi terjadinya aksi protes atas pembebasan Chauvin tersebut.

Bill Gates Prediksi Negara-negara Kaya Segera Pulih dari Covid-19 pada Akhir Tahun 2021

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia