logo


Parlemen Inggris Klaim Punya Bukti Huawei Bersekongkol dengan Pemerintah China

Komisi Pertahanan Parlemen Inggris mengklaim bahwa mereka memiliki sejumlah bukti mengenai adanya persekongkolan yang dilakukan oleh Huawei dengan pemerintah China

8 Oktober 2020 14:45 WIB

Huawei 5G
Huawei 5G istimewa

LONDON, JITUNEWS.COM - Komisi Pertahanan Parlemen Inggris mengatakan ada bukti yang jelas bahwa Huawei telah bersekongkol dengan pemerintah China. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Tobias Ellwood dalam sebuah laporan terbaru mereka dalam keamanan teknologi jaringan 5G.

"Melindungi masyarakat dan mempertahankan keamanan negara merupakan salah satu dari prinsip tanggung jawab pemerintahan," katanya dikutip dari Sky News pada Kamis (8/10).

Mereka mengklaim jika pemerintah China ikut masuk ke dalam struktur perusahaan Huawei dimana Beijing juga memberi sejumlah anggaran subsidi kepada perusahaan. Meski demikian, namun Komisi Pertahanan tidak memberikan satu bukti terkait klaim tersebut.


Jerman dan 38 Negara Anggota PBB Lainnya Kecam Tindakan China di Xinjiang dan Hong Kong

"Negara-negara barat harus segera bersatu untuk menghadapi dan mengimbangi dominasi teknologi China," tambahnya.

Untuk itu, komite tersebut merekomendasikan untuk segera mengajukan permohonan pembentukan aliansi negara demokrasi D10 untuk menyediakan alternatif selain teknologi China.

Sebelumnya, pemerintah Inggris telah menginstruksikan adanya pencopotan seluruh perangkat dan peralatan Huawei pada jaringan telekomunikasi Inggris pada tahun 2027 mendatang.

Seluruh operator jaringan seluler di Inggris juga tidak diijinkan untuk melakukan pembelian perangkat Huawei baru mulai akhir tahun 2020 ini. Larangan ini hanya ditujukan untuk peralatan jaringan saja dan bukan perangkat ponsel ataupun laptop yang digunakan oleh warga masyarakat umum.

Menanggapi hal itu, juru bicara Huawei mengatakan bahwa "Laporan tersebut tidak kredibel, mengingat hal tersebut hanya berdasar pada opini semata dan bukan fakta."

China Minta AS Tinggalkan Mentalitas 'Perang Dingin'

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia