logo


Ingin Sukses? Segera Rubah Mental Karyawan Anda Menjadi Seorang Entrepreneur !

Orang yang bermental karyawan, selalu mengeluarkan uang berdasarkan pola belanja konsumtif

15 April 2015 15:08 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Orang yang bermental karyawan, selalu mengeluarkan uang berdasarkan pola belanja konsumtif yang selama ini dianut. Pada awalnya ketika gaji sangat minim, mereka mungkin akan berhemat sedemikian rupa. Ketika gaji mulai naik, mereka mulai mengambil kredit motor. Hingga mereka berani mengambil kredit rumah ketika gaji semakin naik. Demikian seterusnya hingga mereka benar-benar merasa kekurangan atas gaji yang diterima.

Orang yang bermental karyawan selalu menghabiskan uangnya untuk sesuatu yang tidak bisa kembali atau uang konsumtif. Mereka bekerja keras untuk mendapatkan uang dan setelah uang diperoleh, maka uang itu segera dibelanjakannya. Sebagian besar uangnya hilang tak bebekas. Orang-orang inilah yang selalu memikirkan tujuan jangka pendek dengan dalih pentingnya kebutuhan mendesak yang harus selalu dipenuhi.

Akibatnya, mereka inilah yang termasuk orang-orang yang takut pensiun dini dan PHK. Karena apa? Satu yang perlu dicatat. Lantaran selalu mengedepankan tujuan jangka pendek, maka tujuan jangka panjang yang sejatinya sebagai antisipasi ketika mereka sudah dalam usia produktif lagi pun terabaikan. Cukup logis,bukan?


Ini 7 Tanda Karyawan Teladan, Pebisnis Wajib Baca!

Permasalahan minimnya gaji karyawan dalam hal ini masih harus diperjelas. Anda baru akan mendapatkan cerita drama yang bagus ketika alur atau plotnya sudah dirancang dengan tepat. Sama dengan hal ini. Ketika Anda sedang berperan sebagai karyawan bergaji minim sekaligus sebagai pemilik bisnis sampingan akan mendapatkan kesuksesan jika Anda sudah benar-benar menghayati peran Anda sebagai seorang pebisnis atau enterpreneur.

Tinggalkan pola belanja konsumtif yang selama ini Anda anut sebagai pola belanja seorang karyawan biasa. Hal yang pada awalnya dirasa sebagai ordinary pun akan berubah menjadi extraordinary ketika Anda berada dalam tahap ini, mengubah pola belanja konsumtif yang selama ini dianut oleh karyawan biasa menjadi pola belanja yang dianut pebisnis sukses layaknya Samuel Walton dengan Walmart-nya.

Anda saat ini memiliki dua persen, yakni sebagai karyawan sekaligus pemilik bisnis sampingan. Apa yang Anda harus lakukan? Jawabannya hanya satu. Apa pun dan bagaimanapun peran Anda, yang harus dimiliki hanya mental entrepreneur. Mental pebisnis akan membuat Anda lebih cerdas dalam mengelola kekayaan. Keuntungan pun akan Anda petik dalam hal ini.

Jika Anda seorang karyawan, mental pebisnis ini akan membuat Anda pandai mengelola gaji selama ini untuk dijadikan penghasilan masa depan. Ketika ada merger, maka akan mendapatkan hal yang extraordinary. Gaji Anda tidak akan terasa minim hingga justru terkumpul dengan banyak, juga usaha sampingan Anda yang semakin mengibarkan bendera kesuksesan lantaran kepandaian Anda dalam mengelola keuangan. How a good job is that?

Ada tiga karakter yang dimiliki oleh orang yang memiliki mental entrepreneur, antara lain :

1. Ketika mengeluarkan sejumlah uang, maka sebagian dari uang tersebut akan kembali. Ini artinya, seseorang yang memiliki mental entrepreneur selalu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk investasi maupun membangun usaha sampingan lainnya.

2. Ketika mengerjakan sesuatu, maka dia segera mencari penggantinya. Seseorang yang membuka usaha catering makanan, pada awalnya dia ikut mengelola urusan sehari-hari bisnisnya mulai dari belanja bahan makanan, memasak hingga melayani order. Sayangnya, masih banyak entrepreneur yang gegar budaya akan terus-menerus melakukan hal ini tanpa mengusahakan supaya untuk diserahkan kepada orang lain. Akibatnya, bisnis tersebut sangat tergantung kepada pemilik. Bayangkan ketika suatu saat si pemilik harus pergi karena suatu urusan. Apakah bisnis itu akan ditutup sementara? Tidak mungkin, bukan? Seorang bermental entrepreneur sejati akan berusaha secepatnya bisa mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain sehingga tidak mengalami seperti contoh pemilik usaha catering makanan tersebut.

3. Selalu berpikir bagaimana hari esok, bukan hanya hari ini. Paham ini tentu ada hubungannya dengan tujuan jangka panjang yang selama ini terbukti berhasil membuat orang-orang seperti Bill Gates dan Samuel Walton menjadi pebisnis yang sukses. Mereka selalu memikirkan kebutuhan masa depan bisnisnya, bukan hanya kebutuhan hari ini saja.

5 Tantangan yang Akan Dihadapi oleh Seorang Entrepreneur

Halaman: 
Penulis : Suciati, Hasballah