logo


Mengulik Peran Iptek Dalam Perikanan Budidaya : Pakan Bebasis Bahan Baku Lokal (Bagian 2)

Masyarakat kurang menguasai cara pembuatan formulasi pakan secara baik dan benar

15 April 2015 15:40 WIB

Penerapan teknologi pakan berbasis bahan baku lokal telah dilakukan untuk budidaya patin, lele, dan gurame. FOTO: ISTIMEWA
Penerapan teknologi pakan berbasis bahan baku lokal telah dilakukan untuk budidaya patin, lele, dan gurame. FOTO: ISTIMEWA

JAKARTA JITUNEWS.COM – Pada dasarnya, selain aspek ketahanan pangan, sumber daya ikan dapat pula dijadikan sebagai penjamin bagi ketahanan nutrisi yang sama seperti yang dihasilkan oleh produk pangan lainnya. Sektor perikanan budidaya yang saat ini telah berkembang pesat sebagai alternatif atas kecenderungan mulai menurunnya ketersediaan SDI dari sektor perikanan tangkap.

Dukungan untuk industri perikanan budidaya dilakukan melalui berbagai penemuan dan pengembangan produk yang mendukung perbaikan efisiensi teknologi perikanan budidaya, diantaranya vaksin, pakan berbasis bahan baku lokal, dan model iptekmas.

Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal


Era Industri 4.0, KKP Dorong Digitalisasi UMKM Kelautan dan Perikanan

Salah satu alternatif untuk mendukung upaya untuk mengurangi beban dari dampak tingginya harga pakan adalah mendorong masyarakat untuk mampu memproduksi sendiri pakan ikan yang bahannya berasal dari daerah setempat dengan tetap mengacu dan memenuhi SNI.

Berdasarkan hasil aplikasi di lapangan melalui kegiatan diseminasi/ Iptekmas, pakan formula BPPBAT Bogor yang berbasis bahan baku lokal mempunyai kualitas yang hampir sama dengan pakan komersial (dalam hal FCR, pertumbuhan, SR, karkas), namun pakan BPPBAT memberikan keuntungan lebih dari 30% bagi pembudidaya ikan.

Penerapan teknologi pakan efisien dan ekonomis berbasis bahan baku lokal telah dilakukan untuk budidaya patin, lele, dan gurame. Untuk budidaya patin sudah dilakukan di beberapa lokasi seperti Kabupaten Kampar (Riau), Kabupaten Klungkung (Bali), Kabupaten  Pandeglang (Banten), dan Kabupaten Pulang Pisau (Kalteng). Untuk budidaya lele terdapat di Kabupaten Gunung Kidul (DI Yogyakarta), sementara untuk budidaya gurame terdapat di Kabupaten Agam (Sumbar).

Beberapa faktor yang menyebabkan tidak beroperasinya pabrik pakan ikan masyarakat adalah kurangnya informasi mengenai kandungan nutrient bahan baku lokal, kurang menguasai cara pembuatan formulasi pakan secara baik dan benar sesuai dengan kebutuhan ikan, dan kurangnya informasi bahan baku lokal yang dapat digunakan dalam penyusunan formula pakan serta kurang informasi proses pembuatan pakan sesuai dengan prosedur standar operasional. 

Selanjutnya Mengulik Peran Iptek Dalam Perikanan Budidaya : Model Iptekmas (Bagian 3-Habis)

Kampanye Gemarikan, Lombok Barat Ditarget Bebas Stunting 2024

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Riana