logo


Serikat Buruh Internasional Surati Jokowi Minta UU Ciptaker Dicabut

Protes terhadap disahkannya UU Ciptaker bahkan datang dari investor dan Global Union.

6 Oktober 2020 12:41 WIB

Tolak Omnibus Law
Tolak Omnibus Law Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah dan DPR sepakat RUU Cipta Kerja (Ciptaker) disahkan menjadi undang undang dalam rapat paripurna. Keputusan tersebut menuai banyak kecaman dari berbagai elemen masyarakat.

Serikat Buruh Internasional bahkan menyurati Presiden Joko Widodo meminta UU tersebut dicabut. Hal tersebut diunggah Dian Fatwa di akun Twitternya.

Dian menyebut bahwa protes terhadap disahkannya UU Ciptaker bahkan datang dari investor dan Global Union.


UU Cipta Kerja Sudah Sah, BEM UI: Matinya Hati Nurani dan Akal Sehat DPR RI

"Global Union - Serikat Buruh International sudah surati president @jokowi untuk mencabut UU Omnibus law. Tekanan sudah datang dari investors dan Global Union," cuit @DianFatwa, Selasa (6/10).

 

 

Seperti diketahui, pemerintah dan DPR sepakat RUU Cipta Kerja (Ciptaker) disahkan menjadi undang undang dalam rapat paripurna.

Pengesahan RUU Ciptaker dilakukan usai para fraksi memberikan pandangan. Dari sembilan fraksi, dua fraksi menolak RUU Ciptaker disahkan, yaitu Fraksi Partai Demokrat dan PKS.

"Alhamdulillah sore hari ini UU itu diketok oleh DPR. Rapat dilakukan secara intensif terbuka lebih dari 64 kali rapat dan mengapresiasi kerja keras daripada panja maupun Baleg untuk terus menerus melakukan proses ini. Proses sudah dilakukan secara transparan seperti tadi disampaikan Ketua Baleg. Kami atas nama pemerintah mengapresiasi kerja Parlemen, kerja DPR," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (5/10).

Demokrat Walk Out dalam Sidang Pengesahan RUU Ciptaker, BKH: Ada Dua Alasan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×