logo


Situasi Covid-19 di Suriah Tragis, Warga Lebih Memilih Mati daripada Pergi ke RS

Hancurnya ekonomi dan sistem layanan kesehatan di Suriah membuat situasi wabah Covid-19 semakin tragis

6 Oktober 2020 12:45 WIB

Kondisi salah satu sudut kota Damaskus Suriah yang hancur karena perang
Kondisi salah satu sudut kota Damaskus Suriah yang hancur karena perang Republika

DAMASKUS, JITUNEWS.COM - Dengan runtuhnya sistem layanan kesehatan dan perekonomian di Suriah akibat perang, penyebaran virus Covid-19 di negara tersebut semakin tidak terkendali.

Kurangnya suplai peralatan dan perlengkapan medis, ditambah dengan minimnya fasilitas karantina dan hancurnya pereknomian usai mengalami perang selama sembilan tahun, membuat banyak warga Suriah yang terinfeksi Covid-19 memilih untuk tidak pergi ke rumah sakit.

"Orang-orang lebih memilih untuk mati daripada datang ke rumah sakit," kata Mustafa, seorang dokter di Damaskus kepada Al Jazeera.


Donald Trump Minta Orang Amerika Tak Takut dengan Virus Covid-19

Ia mengaku bahwa dirinya sering dihubungi oleh warga yang meminta bantuan dan konsultasi medis namun ia tidak mampu menemui pasien-pasien tersebut karena tidak memiliki peralatan untuk melindungi dirinya dari virus Covid-19.

Untuk diketahui, harga satu buah masker yang memiliki kualitas bagus di Suriah mencapai 5,000 pounds Suriah atau setara dengan Rp 145 ribu. Sementara pendapatan Mustafa yang merupakan seorang dokter hanya 96 ribu Pounds Suriah atau Rp 2,7 juta.

"Ini terlalu mahal bagi saya," kata Mustafa.

"Bisa anda bayangkan? Seorang dokter yang tidak bisa membeli sebuah masker yang bagus?" tambahnya.

Ekonomi Suriah beberapa waktu belakangan ini terjun bebas dimana lebih dari 80 persen warga masyarakat berada di bawah garis kemiskinan. Hal itu tidak lepas dari adanya sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh sejumlah negara barat, termasuk AS.

"Sanksi ekonomi yang sangat sepihak dan tidak adil telah menghalangi kapasitas banyak layanan esensial, khususnya layanan kesehatan," kata Menteri Kesehatan Suriah Nizar Yaziqi kepada WHO pada bulan Mei yang lalu.

Tak Cuma Lewat Droplet Saja, Virus Covid-19 Juga Menular Lewat Udara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia