logo


UU Cipta Kerja Sudah Sah, BEM UI: Matinya Hati Nurani dan Akal Sehat DPR RI

BEM UI mengecam keputusan DPR RI yang telah mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja

6 Oktober 2020 09:39 WIB

Kompleks Parlemen Senayan.
Kompleks Parlemen Senayan. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - RUU Omnibus Law Cipta Kerja telah disahkan oleh DPR pada Senin (5/10). Keputusan tersebut menuai banyak kecaman dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh, hingga mahasiswa.

"Dewan Perwakilan Rakyat dikabarkan telah berubah nama menjadi Dewan Pengkhianat Rakyat seiring dengan telah disahkannya Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang sudah jelas ditentang oleh berbagai kalangan masyarakat," tulis BEM UI dalam cuitan Twitternya.

Mereka menilai hal tersebut menunjukkan bahwa aspirasi rakyat sudah tidak ada artinya lagi meskipun Indonesia adalah negara demokrasi.


AHY Minta Maaf Soal UU Ciptaker, Denny Siregar: Mirip Bokapnya Kalau Main Drama

"Aspirasi rakyat yang sudah diteriakkan melalui berbagai diskusi hingga turun aksi menjadi tidak ada artinya di negeri yang katanya menjunjung tinggi demokrasi," tambahnya.

Menurut BEM UI, pengubahan status RUU Cipta Kerja menjadi UU merupakan penanda bahwa hati nurani dan akal sehat DPR RI dan pemerintah Indonesia telah mati.

"Mulai detik ini, pengubahan RUU Cipta Kerja menjadi UU, menjadi pertanda bahwa negeri kita wajib berduka atas matinya hati nurani dan akal sehat DPR RI dan pemerintah Indonesia," lanjutnya.

"Kita harus terus terjaga untuk saling menguatkan dan mengumpulkan kekuatan untuk terus melawan permufakatan jahat yang ingin menyingkirkan kedaulatan rakyat. Jangan sampai kita diam! Terus lawan!" tegasnya.

UU Ciptaker Sah, Tengku Zulkarnain: Pemerintah dan DPR RI Semakin Tak Peka Aspirasi Rakyat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia