logo


UU Ciptaker Sah, Tengku Zulkarnain: Pemerintah dan DPR RI Semakin Tak Peka Aspirasi Rakyat

Setelah MUI dan banyak ormas Islam menolak RUU HIP dan BPIP, kini bergelombang pula penolakan atas RUU Cipta Kerja.

6 Oktober 2020 07:30 WIB

Wakil Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain
Wakil Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain Dakwatuna.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain ikut angkat bicara soal RUU Omnibus Law Ciptaker yang telah disahkan dalam Rapat Paripurna, Senin (5/10). Pengesahan RUU tersebut memicu gelombang penolakan dari berbagai pihak, terutama para buruh.

Zul mengingat aksi penolakan umat Islam terhadap RUU HIP dan BPIP sebelumnya. Menurutnya, pemerintah dan DPR saat ini semakin tak peduli dengan suara rakyat.

“Setelah MUI dan banyak Ormas Islam menolak RUU HIP dan BPIP, kini bergelombang pula penolakan atas RUU Cipta Kerja. Pemerintah dan DPR RI makin tidak peka atas aspirasi rakyat,” cuitnya di akun Twitter @ustadtengkuzul, Senin (5/10) malam.


Soal RUU Ciptaker, AHY: Nampak Ekonomi Pancasila akan Bergeser Jadi Kapitalistik dan Neo-Liberalistik

Lantas, Zul menduga kuat kebenaran pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md dan Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tentang keterlibatan ‘cukong’ dalam kontestasi politik.

“Apakah benar ada ucapan Mahfud Md dan Ahok, ada uang cukong di Pemilu kemarin?” tukasnya.

Seperti diketahui, RUU Omnibus Law Cipta Kerja telah disahkan menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna. Tujuh dari sembilan fraksi menyatakan sepakat dengan pengesahan tersebut.

Partai Amanat Nasional (PAN) menyetujuinya dengan syarat. Sedangkan Fraksi Demokrat dan PKS, tegas menolak. Demokrat bahkan memutuskan walk out dari rapat paripurna tersebut.

AHY Minta Maaf Soal UU Ciptaker, Denny Siregar: Mirip Bokapnya Kalau Main Drama

Halaman: 
Penulis : Iskandar