logo


Soal RUU Ciptaker, AHY: Nampak Ekonomi Pancasila akan Bergeser Jadi Kapitalistik dan Neo-Liberalistik

AHY menilai RUU tersebut berpotensi menciptakan banyak sekali masalah ketimbang lapangan kerja.

6 Oktober 2020 05:30 WIB

Agus Harimurti Yudhoyono.
Agus Harimurti Yudhoyono. Twitter

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan partainya tetap menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Ia menunjukkan penolakan Demokrat itu nyata, seperti aksi walk out yang dilakukan fraksinya dalam Sidang Paripurna DPR RI, Senin (5/10).

“Keputusan kami ini sudah disampaikan oleh @FPD_DPR dalam Pandangan Akhir Mini Fraksi pada Pengesahan Tingkat I di Rapat Kerja Badan Legislasi DPR RI (Sabtu, 3/10) dan kami sampaikan lagi dalam pendapat fraksi Sidang Paripurna DPR RI,” ujar AHY dalam cuitan Twitternya.

AHY menilai tak ada urgensinya mengesahkan RUU Ciptaker di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, semua pihak seharusnya fokus pada penanganan dampak virus corona dan pemulihan ekonomi.


RUU Ciptaker Disahkan Jadi UU, Demokrat: Pemerintah Mengabaikan Akal Sehat

RUU Ciptaker, lanjut AHY, terkesan sangat dipaksakan dan berat sebelah. Ia melihat banyak pasal yang merugikan kaum buruh dan pekerja.

“RUU tersebut juga berbahaya. Nampak sekali bahwa ekonomi Pancasila akan bergeser menjadi terlalu Kapitalistik & Neo-Liberalistik. Tentu, menjadi jauh dari prinsip-prinsip Keadilan Sosial. Alih-alih berupaya untuk ciptakan lapangan kerja secara luas, RUU tersebut berpotensi ciptakan banyak sekali masalah lainnya,” jelasnya.

Curiga Omnibus Law adalah UU Pesanan, YLBHI: Pemerintah Sudah Seperti Garong

Halaman: 
Penulis : Iskandar