logo


Mengulik Peran Iptek Dalam Perikanan Budidaya: Pengembangan Vaksin (Bagian 1)

Balitbang KP telah melakukan program antisipatif dan inovatif dalam hal pengendalian penyakit ikan

15 April 2015 15:46 WIB

Vaksinasi pada perikanan budidaya diyakini akan dapat memberi kontribusi yang sangat signifikan terhadap produksi. FOTO: ISTIMEWA
Vaksinasi pada perikanan budidaya diyakini akan dapat memberi kontribusi yang sangat signifikan terhadap produksi. FOTO: ISTIMEWA

JAKARTA JITUNEWS.COM – Produk perikanan merupakan sumber protein yang sangat penting dalam pemenuhan protein masyarakat demi menjaga ketahanan pangan nasional. Pada dasarnya, selain aspek ketahanan pangan, sumber daya ikan dapat pula dijadikan sebagai penjamin bagi ketahanan nutrisi yang sama seperti yang dihasilkan oleh produk pangan lainnya.

Sektor perikanan budidaya yang saat ini telah berkembang pesat sebagai alternatif atas kecenderungan mulai menurunnya ketersediaan SDI dari sektor perikanan tangkap. Dukungan untuk industri perikanan budidaya dilakukan melalui berbagai penemuan dan pengembangan produk yang mendukung perbaikan efisiensi teknologi perikanan budidaya, diantaranya vaksin, pakan berbasis bahan baku lokal, dan model iptekmas.

Pengembangan Vaksin


Terbukti Behasil, DPR Minta KKP untuk Dorong Budidaya Lele Bioflok

Penyakit ikan merupakan isu penting dan menjadi salah satu kendala serius dalam pengembangan perikanan budidaya. Budidaya ikan yang dilakukan secara intensif, penggunaan bahan pengendali penyakit ikan merupakan salah satu komponan yang sulit untuk dihindari.

Oleh karena itu, perlu adanya alternatif upaya pencegahan dan pengendalian yang lebih ramah lingkungan, aman terhadap ikan dan manusia, harus menjadi paradigm baru bagi pelaku usaha untuk mendukung program peningkatan produksi perikanan budidaya.

Vaksinasi pada perikanan budidaya diyakini akan dapat memberi kontribusi yang sangat signifikan terhadap peningkatan produksi, menjamin mutu produk, serta keberlanjutan budidaya ikan yang ramah lingkungan.

Badan Litbang Kelautan dan Perikanan telah melakukan program antisipatif dan inovatif dalam bidang pengendalian penyakit ikan melalui penelitian dan pengambangan vaksin ikan untuk mencegah penyakit-penyakit ikan potensial sejak tahun 2009, sebanyak 10 dari 16 jenis vaksin atau sebesar 62,5% yang sudah dimanfaatkan oleh pembudidaya ikan, dan/ atau dalam proses pengembangan telah diinisiasi sejak 5 tahun silam.

Dua jenis vaksin, yaitu vaksin anti-Aeromonas hydrophilia dengan nama “Hydrovac” dan vaksin anti-Streptococcus agalactiae dengan nama “StreptoVac” telah dimanfaatkan oleh pembudidaya ikan air tawar di seluruh Indonesia. Kedua vaksin ini telah mendapat sertifikat lulus pengujian oleh Laboratorium Uji Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Kementerian Pertanian; serta telah memperoleh nomor registrasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Keunggulan yang dimiliki oleh kedua jenis vaksin tersebut adalah kemampuannya  untuk menginduksi respon kebal spesifik yang dapat bereaksi silang terhadap beberapa strain bakteri A. hydrophilia (untuk vaksin HydroVac) dan bakteri S.agalactiae (untuk vaksin StreptoVac) patogen yang terdapat di beberapa wilayah pengembangan budidaya ikan air tawar.

Selanjutnya Mengulik Peran Iptek Dalam Perikanan Budidaya: Pakan Bebasis Bahan Baku Lokal (Bagian 2)

SKPT Mimika Berdampak Positif Pada Ekonomi Perikanan Masyarakat di Timur

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Riana