logo


Soal RUU Ciptaker, Arief Poyuono: Jika Merasa Tidak Puas Masih Ada Jalur Konstitusi

Arief Poyuono meminta semua pihak untuk menerima hasil dari Undang Undang Cipta Kerja

5 Oktober 2020 17:30 WIB

Arief Poyuono
Arief Poyuono Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Poyuono meminta semua pihak untuk menerima hasil dari Undang Undang Cipta Kerja. Arief mengatakan bahwa jika ada pihak yang tidak puas maka bisa menggunakan jalur konstitusi.

"Di mana pun yang namanya undang-undang adalah sebuah produk politik. Karena itu apapun hasilnya harus diterima semua pihak, jika merasa tidak puas masih ada jalur konstitusi yang disediakan dalam sistem negara kita yaitu melalui proses judicial review di Mahkamah Konstitusi untuk menguji pasal-pasal dalam UU Ciptaker nanti, apakah ada pelanggaran terhadap UUD 1945 dalam penerapannya," ujar Arief, dalam keterangan tertulis, Senin (5/10).

Menurutnya, mogok buruh nasional yang rencananya digelar pada 6-8 Oktober adalah hal yang wajar melihat banyaknya pekerja yang dirumahkan akibat pemberlakuan PSBB.


RUU Ciptaker Disahkan Jadi UU, Demokrat: Pemerintah Mengabaikan Akal Sehat

"Begitu juga para pekerja BUMN juga banyak yang di-PHK serta bekerja dari rumah selama PSBB. Malah ada 14 BUMN yang karyawannya sudah nonaktif bekerja serta akan dibubarkan sama Erick Thohir, serta belum diselesaikannya hak hak para pekerjaannya," katanya.

Arief menyebut bahwa UU Ciptaker memang tidak untuk mengatasi resesi ekonomi akibat Covid-19.

Tolak RUU Ciptaker, PKS: RUU Ini Merugikan Buruh Indonesia

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata