logo


Demi Keselamatan Bangsa, PA 212 Minta Jokowi Lepas Jabatan Presiden

Slamet menilai perlunya rekonsiliasi nasional untuk menemukan solusi atas permasalahan yang ada.

3 Oktober 2020 18:30 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menyarankan Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya. Menurutnya, banyak persoalan yang dihadapi Indonesia sejak Jokowi memerintah.

"Mundur dari presiden. Sekali lagi, harapan saya, untuk menyelamatkan bangsa ini segeralah Pak Jokowi mundur dari jabatan sebagai presiden RI," kata Slamet dalam Diskusi Bertajuk Doa dan Harapan Untuk Negeri yang disiarkan secara daring, Sabtu (3/10).

Slamet menilai perlunya rekonsiliasi nasional untuk menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Akan tetapi, rekonsiliasi itu baru bisa dibentuk setelah Jokowi mundur.


Pilkada Tetap Digelar, Pengamat Sebut Pemerintah 'Super Nekat'

Dia lantas menyinggung soal Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sempat menuai banyak kritikan. Pembahasan RUU tersebut diketahui sudah dihentikan.

RUU HIP saat itu diprotes lantaran dianggap mengerdilkan Pancasila, menjadi Trisila maupun Ekasila.

"Dan yang paling sangat mencolok mata adalah munculnya gagasan mengubah pancasila lewat Undang-undang dalam RUU HIP yang nyata di situ ingin ubah ketuhanan yang maha esa yang jadi pondasi pancasila dan bangsa," ujarnya.

Bila Pernyataan Mahfud Md Soal 'Cukong' Benar, Jokowi Pantas Dianggap Dahulukan Kepentingan Bandar di Pilkada

Halaman: 
Penulis : Iskandar