logo


Bela Terawan, Dewi Tanjung Peringatkan Najwa: Jangan Merasa Paling Cerdas dan Paling Benar

Sebelumnya, Najwa Shihab sudah menjawab semua kritik yang tertuju kepadanya.

3 Oktober 2020 16:30 WIB

Dewi Tanjung
Dewi Tanjung tempo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi PDIP Dewi Tanjung mengecam aksi wawancara kursi kosong di acara Mata Najwa yang dinilai mempermalukan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Dewi mengingatkan Najwa Shihab merupakan seorang presenter, bukan hakim. Dia meminta putri Quraish Shihab itu agar tahu diri dan tak merasa benar sendiri.

“Najwa Shihab kau hanya presenter, bukan hakim yang menghakimi orang seenak jidat kau. Kau sadar diri aja lah jangan ujub merasa paling cerdas dan paling benar,” cuit Dewi di akun Twitternya, Jumat (2/10).


Sebut Gatot dan Najwa Pengecut, Teddy Gusnaidi: Apa Mereka Berdua Punya Nyali Terima Tantangan Gue?

Dewi justru mempertanyakan Najwa yang tak menyoroti kasus Covid-19 di Pemprov DKI. Dia menduga Najwa tak membahas hal itu karena sang kakak mendapat proyek dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Sedangkan kasus Pemprov DKI di depan mata saja kau pura-pura ngga tahu. Apa karena suami dan kakak kau dapat kerjaan dari Anies??” tegas Dewi.

Sebelumnya, Najwa Shihab sudah menjawab semua kritik soal sikapnya atas ketidakhadiran Menkes Terawan di Mata Najwa. Ia menegaskan aksi menghadirkan bangku kosong adalah hal yang wajar di negara demokrasi.

"Sejujurnya, ini bukan ide yang baru-baru amat. Di negara dengan tradisi demokrasi dan debat yang lebih panjang dan kuat, misalnya Inggris atau Amerika, menghadirkan bangku kosong yang mestinya diisi pejabat publik sudah biasa," ujarnya melalui akun Instagramnya pada Selasa (29/9).

"Treatment ini juga berbeda dengan format wawancara imajiner," lanjutnya.

Pertama, jelas Najwa, pada dasarnya ia tidak sedang melakukan wawancara, melainkan hanya sedang mengajukan pertanyaan. Menurutnya, pertanyaan tidak harus diajukan secara tatap muka atau bisa dilakukan secara jarak jauh dengan perantara macam-macam medium.

"Ini juga tidak imajiner karena (a) pertanyaan yang saya ajukan memang bukan imajiner dan saya juga tidak mengarang atau membuatkan jawaban fiktif seolah-olah saya sudah berdialog dengan Pak Terawan," terang Najwa.

"(b) Pak Terawan juga sosok yang eksis dan hidup, sehingga Pak Terawan bisa menjawabnya kapan saja, bahkan sejujurnya boleh menjawabnya di mana saja," sambungnya.

"Sebagai pengampu Mata Najwa, tentu saya berharap ia bersedia hadir di program saya."

"Namun, sebagai bagian dari komunitas pers lebih luas dan juga seorang warga negara, saya sudah cukup senang jika Pak Menteri menjawab kegelisahan publik walau itu tidak dilakukan di #MataNajwa. Sebab kerja-kerja mengawasi proses politik dan pengambilan kebijakan adalah tugas bersama, dan saya percaya @Narasi.tv tidak sendirian melakukannya," pungkasnya.

Laporkan Balik Dewi Tanjung, Ketua PDIP Bogor: Apa yang Disampaikan Adalah Kebohongan

Halaman: 
Penulis : Iskandar