logo


Soal Tewasnya Pendeta Yeremia, Mahfud Md: Jangan-jangan Dibunuh Kelompok Separatis Lalu Dituduhkan

TNI dan KKB saling tuding atas insiden tewasnya pendeta Yeremia Zanambani

3 Oktober 2020 07:00 WIB

Mahfud MD
Mahfud MD Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menkopolhukam, Mahfud Md mengatakan sulit menemukan jejak pelaku penembakan pendeta Yeremia Yeremia Zanambani di Intan Jaya, Papua. Ia mengatakan bahwa pihaknya belum mandapatkan laporan resmi terkait pemeriksaan awal insiden tersebut.

"Laporan Polri tentang penyelidikan belum resmi masuk kepada kita karena itu urusan proses hukum yang harus berjalan. Seperti saya katakan tadi, ya informasinya sih sudah dengar ya bahwa masih sulit menemukan jejak pelaku-pelaku tertentu," kata Mahfud Md saat menggelar konferensi pers secara virtual, Jumat (21/10/2020).

Mahfud mengatakan bahwa kesulitan yang terjadi karena pihak kepolisian tidak mendapat akses untuk melakukan pemeriksaan awal. Pihak kepolisian tidak boleh melihat jenazah Yeremia, sementara jenazah langsung dikuburkan.


Sebut Gatot dan Najwa Pengecut, Teddy Gusnaidi: Apa Mereka Berdua Punya Nyali Terima Tantangan Gue?

Ia pun mengatakan bahwa insiden tersebut seperti perang urat syaraf. Pasalnya TNI Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saling tuduh terkait penembakan Yeremia.

"Na, memang ini semacam terajadi perang urat syaraf. Kelompok kekerasan kriminal bersenjata itu menuding TNI yang melakukan. Tapi TNI sendiri justru mengatakan kelompok kekerasan kriminal bersenjata yang melakukan itu dalam istilah umum gerakan kelompok separatis," ujarnya.

Mahfud menduga bahwa yang sengaja membunuh penedeta Yeremia adalah KKB. Pasalnya Yeremia dikenal pro NKRI. "Sehingga ada dugaan juga, ini dugaan saja nanti masih diselidiki, jangan-jangan dia dibunuh oleh kelompok separatis itu, lalu dituduhkan," lanjutnya.

 

Bila Pernyataan Mahfud Md Soal 'Cukong' Benar, Jokowi Pantas Dianggap Dahulukan Kepentingan Bandar di Pilkada

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati