logo


Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Terhadap 40 Pejabat Belarus, Tapi Tidak untuk Lukashenko

Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap 40 pejabat pemerintahan Belarus karena diduga telah melakukan kecurangan pada hasil pemilu Belarus 9 Agustus lalu

2 Oktober 2020 19:15 WIB

Alexander Lukashenko
Alexander Lukashenko cnn

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Dua puluh tujuh negara anggota Uni Eropa pada Jumat (2/10) sepakat untuk menjatuhkan sanksi terhadap 40 pejabat pemerintahan Belarus karena diduga melakukan kecurangan atas hasil pemilihan umum pada tanggal 9 Agustus lalu yang kembali memenangkan Alexander Lukashenko. Anehnya, Uni Eropa tidak menjatuhkan sanksi terhadap Lukashenko.

"Kami telah membuka sanksi terhadap Belarus," kata seorang pejabat senior Uni Eropa yang tidak disebut namanya kepada Reuters.

Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michael mengatakan bahwa meskipun sanksi itu tidak dijatuhkan secara langsung terhadap Lukashenko, namun keputusan tersebut "masih bisa berubah".


Turki Ancam Lakukan Hal Ini jika Uni Eropa Nekat Jatuhkan Sanksi kepada Mereka

Sementara itu, Siprus yang juga sepakat untuk menjatuhkan sanksi terhadap Belarus, juga meminta Uni Eropa melakukan tindakan yang sama kepada Turki terkait sengketa kawasan laut Mediterania Timur yang memicu ketegangan antara Ankara dan Athena.

"Di sisi lain, kami juga menyampaikan dukungan kepada Yunani dan Siprus. Kami siap untuk terlibat dalam sebuah agenda yang lebih positif dengan Turki," kata Charles Michael.

Sejauh ini baru Inggris dan Kanada yang menjatuhkan sanksi terhadap Lukashenko.

"Kami tidak bisa hanya menerima sebuah keadaan dimana tindakan pelanggaran HAM dan kecurangan yang dilakukan oleh Alexander Lukashenko dan Vladimir Putin dapat berlalu begitu saja kecuali mereka bertanggung jawab atas hal itu," kata Menlu Inggris Dominic Raab.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Kanada François-Philippe Champagne mengatakan: "Ini adalah langkah pertama. Kami akan terus bekerjasama dengan rekan-rekan internasional kami untuk melihat apa lagi yang perlu dilakukan, yang kemungkinan mencakup adanya sanksi tambahan."

Selamat dari Racun Novichok, Alexey Navalny: Putin Berada di Balik Kejahatan Ini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia