logo


Entaskan Korban PHK Covid-19, Pertamina Resmikan Kertajaya Otopreneur

Pertamina juga menyiapkan peralatan, spare part, serta oli pelumas Enduro untuk menjadi modal awal operasional bengkel.

2 Oktober 2020 13:33 WIB

PT Pertamina (Persero) melalui Fuel Terminal Bandung Group - Marketing Operation Region (MOR) III menginisiasi Kertajaya Otopreneur, peresmian Kertajaya Otopreneur dilakukan di RW 08, Desa Kertajaya, Kab Bandung Barat, Jumat (2/10)
PT Pertamina (Persero) melalui Fuel Terminal Bandung Group - Marketing Operation Region (MOR) III menginisiasi Kertajaya Otopreneur, peresmian Kertajaya Otopreneur dilakukan di RW 08, Desa Kertajaya, Kab Bandung Barat, Jumat (2/10) Pertamina

BANDUNG, JITUNEWS.COM - Enam bulan sejak pandemi Covid-19 marak di Indonesia, muncul masalah pengangguran sebagai akibat penutupan usaha pada sebagian industri maupun akses pekerjaan yang terbatas. Dampaknya, sebagian masyarakat menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat.

Berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, PT Pertamina (Persero) melalui Fuel Terminal Bandung Group - Marketing Operation Region (MOR) III menginisiasi Kertajaya Otopreneur. Ini adalah kegiatan bisnis perbengkelan bagi kelompok masyarakat yang terimbas Covid-19, di wilayah ring-1 operasional Pertamina.

Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan menjelaskan, pada tahap awal Kertajaya Otopreneur merangkul enam tulang punggung keluarga, yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pandemic Covid-19.


Pakai Aspal Pertamina, Sirkuit Sentul Rogoh Rp 15 Miliar Ngaspal Lintasan

“Kami memahami saat ini kondisi sedang sulit. Diharapkan dengan kegiatan ini, beban masyarakat bisa sedikit terbantu,” ujar Eko, Jumat (2/10).

Peresmian Kertajaya Otopreneur dilakukan di RW 08, Desa Kertajaya, Kab Bandung Barat, Jumat (2/10). Peresmian dilakukan oleh Senior Supervisor Receiving Storage & Distribution Fuel Terminal Bandung Group Firman Nugroho, Kepala Desa Kertajaya Fauzi Syamsul M, serta Ketua Kelompok Kertajaya Otopreneur Asep Buhori.

Pada program ini, Eko menambahkan, pihaknya menyulap salah satu rumah warga menjadi bengkel Kertajaya Otopreneur. Pertamina juga menyiapkan peralatan, spare part, serta oli pelumas Enduro untuk menjadi modal awal operasional bengkel.

“Kami juga memberikan pelatihan, mulai dari ilmu wirausaha dan otomotif, hingga studi praktek ke bengkel otopreneur yang ada di Gedebage,” jelas Eko.

Asep Buhori, pria berumur 50 tahun ini mengungkapkan apresiasinya kepada Pertamina. Sebelum menganggur, dia bekerja sebagai karyawan. Namun karena pandemi, dia terkena PHK pada bulan April dan menganggur hingga kini. Sebagai tulang punggung keluarga, dengan seorang istri dan 2 orang anak, dia merasa terbantu dengan Kertajaya Otopreneur ini.

“Saya bersyukur bisa ikut dalam program Otopreneur. Setidaknya bisa memberi pemasukan dan menambah kegiatan. Pertamina juga memberi pelatihan dasar perbengkelan dan perlengkapannya, mudah-mudahan bengkel ini bisa berkembang," kata Asep, yang juga menjadi Ketua Kelompok Kertajaya Otomotif.

Bengkel Otopreneur merupakan program pengembangan masyarakat (community development) Fuel Terminal Bandung Group sejak tahun 2019. Program ini telah berjalan di beberapa Bengkel Otopreneur, yakni di Gedebage dan Padalarang, dengan menyertakan sejumlah anak muda putus sekolah, sehingga bisa beraktivitas secara positif melalui bengkel tersebut. Melalui sinergi dengan PT Pertamina Lubricants, anak usaha Pertamina yang merupakan produsen pelumas, Pertamina juga memberi pelatihan bersertifikat, pendampingan, serta pembuatan bengkel wirausaha ini.

Dengan program pengembangan Pertamina pada Bengkel Otopreneur, peserta diharapkan bisa mengembangkan bisnisnya, mandiri, dan dapat melahirkan kelompok bengkel-bengkel baru, yang mendorong pengembangan perekonomian masyarakat.

Pertashop Hadir, Warga Desa Jatitujuh Nikmati BBM Berkualitas Setara Harga SPBU

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata