logo


Pemasangan Stiker di Rumah Pasien OTG, PDIP: Mengada-ada Saja

Gembong mengatakan bahwa aturan Pemprov DKI berubah-ubah sesuai selera.

2 Oktober 2020 10:37 WIB

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI-P DKI Jakarta, Gembong Warsono.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI-P DKI Jakarta, Gembong Warsono. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemprov DKI Jakarta berencana memasang stiker khusus di rumah pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) atau bergejala ringan.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono, mengatakan bahwa stiker tersebut bisa membuat stigma negatif. Gembong khawatir hal itu bisa menimbulkan konflik.

"Nggak baik lah, stiker itu akan membuat stigma negatif kepada yang bersangkutan, karena pemahaman masyarakat terhadap pandemi Covid-9 berbeda-beda, dikhawatirkan kondisi seperti ini akan menimbulkan konfik di tengah-tengah masyarakat, sehingga tujuan memutus rantai penyebaran Covid-19 justru tidak tercapai," ujar Gembong kepada wartawan, Kamis (1/10).


Anies Bakal Pasang Stiker di Rumah OTG, Golkar: Tidak Efektif Banget!

Gembong mengatakan bahwa aturan Pemprov DKI berubah-ubah sesuai selera.

"Kepgub yang berubah-ubah sesuai selera saja. Kan sebelumnya sudah dikeluarkan aturan yang melarang masyarakat melakukan isolasi mandiri, ini saja belum dijalankan maksimal, tapi sekarang gubernur mengeluarkan aturan baru yang membolehkan isolasi mandiri di rumah dengan berbagai syarat, salah satunya adalah rumah yang bersangkutan dipasang stiker," ucapnya.

"Bahasa kampung saya stiker itu mengada-ada saja, ono-ono wae. Tar di perkampungan malah jadi masalah," tambah Gembong.

Pemasangan Stiker di Rumah Pasien Covid-19 OTG, NasDem: Menimbulkan Stigma yang Buruk

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata