logo


Minta Pilkada 2020 Ditunda, LIPI: Karena Berpotensi Terjadi Pelanggaran Kemanusiaan

LIPI mengatakan Pilkada 2020 sudah seharusnya untuk ditunda.

2 Oktober 2020 09:15 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala  Pusat Penelitian Politik LIPI, Firman Noor menyatakan Pilkada Serentak 2020 seharusnya ditunda. Hal ini disebabkan pandemi Covid-19  masih menyelimuti Tanah Air.

Sehingga jika tak ditunda, akan menimbulkan pelanggaran kemanusiaan yang terjadi karena menyepelekan aspek keselamatan warganya.

"Penyelenggaraan Pilkada 2020 berpotensi menimbulkan pelanggaran kemanusiaan akibat terabaikan aspek-aspek keselamaan manusia yang juga menjadi dasar tujuan berbangsa dan bernegara sebagaimana termaktub pada Pembukaan Undang-Undangn Dasar 1945," jelas Firman dikutip dari CNN Indonesia.


Viral Cawalkot dari PDIP Bakal Terapkan Ekasila, Said Didu: Ingin Merubah Pancasila?

Ia pun membandingkan pelaksanan pemilihan umum yang juga terjadi di berbagai negara di dunia.

"Sebagai perbandingan, beberapa negara yang menyelenggarakan pemilu di tengah situasi  pandemi Covid-19 seperti Korea Selatan pada 15 April 2020 dan Singapura pada 10 Juli 2020. Mereka telah relatif dapat mengendalikan pandemi Covid-19 dengan baik," jelas dia.

Klarifikasi Soal Ekasila, Cawalkot Pasuruan: Itu Video Dipotong

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati