logo


Bobby Tak Malu Telepon Menteri Demi Medan, Kubu Akhyar: Salah Kalau Pola Pikirnya Begitu

Kubu Akhyar sebut tak perlu ada Pilkada jika hanya mengandalkan kemampuan telepon menteri

2 Oktober 2020 06:45 WIB

Aulia Rahman dan Bobby Nasution
Aulia Rahman dan Bobby Nasution Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengaku tidak malu apabila harus menelepon menteri demi membangun Kota Medan menjadi lebih maju.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Tim Pemenangan Akhyar-Salman, Wasis Wiseso Pamungkas mengaku heran dengan pernyataan Bobby Nasution. Menurutnya soal anggaran atau program tidak bisa dilakukan semena-mena hanya karena mengenal menteri.

"Ya kalau masalah nelepon menteri kenapa mesti kita malu juga? Kan ini negara birokrasi, negara yang ada tata aturan semuanya. Dalam komunikasi masalah anggaran segala macam kan itu nggak bisa semena-mena seperti itu. Nggak bisa karena beliau adalah notabenenya mantu Presiden terus bisa langsung nolepon menteri," kata Wasis seperti dilansir detikcom, Kamis (1/10/2020).


Bila Menangkan Pilkada, Cawalkot PDIP Bakal Terapkan Ekasila

Wasis menilai jika hanya mengendalikan kemampuan menelepon menteri maka tidak perlu ada Pilkada. Ia menegaskan bahwa program pemerintah tak bisa ditambah hanya karena dekat dengan menteri.

"Konteksnya adalah bahwa negara ini negara hukum plus negara yang secara birokrasi pun ada tata aurannya, ada UU, tidak bisa karena punya koneksi ke menteri, apa rupanya kalau kita terpilih menteri-menteri nggak mau bantu gitu? Salah lah kalau pola pikirnya begitu," pungkasnya.

Kekeh Selenggarakan Pilkada, Mahfud Md: Mungkin Covid-19 Akan Selamanya Bersama Kita

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati