logo


Pilkada Tetap Digelar, Pengamat Sebut Pemerintah 'Super Nekat'

Sejumlah pihak menyayangkan langkah pemerintah yang tak menunda Pilkada 2020 di tengah penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

1 Oktober 2020 16:50 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Langkah pemerintah Indonesia yang tetap menggelar Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 menuai kritikan dari sejumlah pihak.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menilai pemerintah ‘super nekat’ lantaran masih bersikukuh menyelenggarakan Pilkada. Padahal, penyabaran virus corona masih belum terkendali.

"Indonesia super nekat, dari segi apapun tidak ada hal yang membuat kita optimis bahwa pengendalian Covid-19 dilaksanakan dengan baik, tetapi tetap dilaksanakan pilkada di di 270 wilayah," kata Burhan dalam Mata Najwa yang ditayangkan di Trans7, Rabu (30/9).


Pesan Penting Menko PMK Buat Para Petugas Medis

Menurutnya, Pilkada di masa pandemi justru membuat praktik politik uang kian marak. Hal itu tak terlepas dari dampak Covid-19 yang menjungkalkan ekonomi masyarakat.

"Uang 10 ribu, 20 ribu itu secara value memiliki nilai lebih besar ketimbang ketika warga tidak mengalami tekanan ekonomi," tambahnya.

Data Terbaru Covid-19 Hari Ini, Jumlah Kasus Positif Mencapai 291.182

Halaman: 
Penulis : Iskandar