logo


Muncul Tudingan Pemerintah Menekan Kaum Islamis, Wamenag: Itu Tidak Tepat

Ini pernyataan Wamenag Zainut Tauhid mengenai tudingan tersebut.

1 Oktober 2020 07:30 WIB

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid. mpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi menanggapi pernyataan Profesor Australian National University, Greg Fealy yang menilai pemerintah Indonesia kerap menekan kaum Islamis dan juga tak ramah keberagaman.

Tudingan itu muncul lantaran pemerintah dianggap kerap mengeluarkan aturan diskriminatif, seperti larangan cadar dan celana cingkrang oleh ASN. Namun, hal ini dibantaah langsung oleh Zainut Tauhid.

"Penggunnaan istilah Islamis oleh Greg Fealy keliru atau kurang tepat. Apalagi mencontohkannya dengan celana cingkrang dan cadar. Pemerintah mendukung penuh segala bentuk aktivitas umat beragama yang mengarah pada penguatan pemahaman, pengamalan dan penghaytan nilai-nilai agamanya. Tidak hanya Islam, tapi semua agama," ujar Zainut dilansir suara.com..


Jokowi Dituding Anti Islam, PKS: Tidak Perlu Marah, Tapi Perbaiki Diri Saja!

Ia menambahkan justru pemerintah Indonesia sedang mencegah terbentuknya paham-paham anti Pancasila, anti NKRI, ekstrem dan anarkis.

"Jadi bukan Islamisme. Yang kita mitigasi dan antisipasi adalah berkembangnya paham dengan tiga karakter, yaitu anti Pancasila dan NKRI, ekstem dan anarkis sehingga sampai menistakan nilai-nilai kemanusiaan, serta intoleran, terjebak pada klaim kebenaran dan fanatisme kelompok," tandas dia.

PKB: Dari Sisi Mana Pak Jokowi Memusuhi Islam?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×