logo


Muncul Dinasti Politik di Lingkaran Istana, Muhammadiyah: Ini Pupuk Atau Racun Demokrasi?

Muhammadiyah sebut muncul fenomena budaya feodalisme baru di kalangan elite politik

1 Oktober 2020 06:15 WIB

Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas
Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas okezone

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua PP Muhammadiyah Busyo Muqoddas menilai bahwa saat ini muncul budaya neofadalisme di kalangan elite politik. Pasalnya, muncul dinasti politik di lingkungan istana Kepresidenan.

"(Pilkada 2020) munculnya wabah budaya neofadalisme yaitu berupa dominasi dinasti politik yang episentrumnya dari elite Istana Kepresidenan bersama elite parpol dan elite bisnis," kata Busyro dalam webinar yang digelar LHKP Muhammadiyah, Rabu (30/9/2020).

Diketahui, putra Presiden Joko Widodo, Gubran Rakabuming Raka maju di Pilkada Solo, menantu Jokowi Bobby Nasution maju di Pilkada Medan. Begitu juga dengan putri Wakil Presiden Ma'ruf Amin yakni Siti Nur Azizah yang maju di Pilkada Tangerang Selatan. Anak Sekretaris Kabinet Pramono Anung yakni Hanindhito Himawan Pramana juga maju di Pilkada Kediri.


Jokowi Dituding Anti Islam, PKS: Tidak Perlu Marah, Tapi Perbaiki Diri Saja!

"Pertanyaannya, apakah ini pupuk atau racun demokrasi?" tanyanya.

Lebih lanjut, Busyro merasa heran dengan sikap pemerintah yang bersikeras menyelenggarakan Pilkada di tengah pandemi. Padahal kasus corona di Indonesia tengah melonjak tajam yang tentunya berbahaya bagi keselamatan masyarakat.

PKB: Dari Sisi Mana Pak Jokowi Memusuhi Islam?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati