logo


Bahas PKI, Novel PA 212 Malah Dicap Tak Belajar Sejarah

Nuruzzaman menilai ideologi komunis sudah lenyap dari dunia ini, seperti yang dikatakan para sejarawan.

30 September 2020 20:49 WIB

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11).
Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Komandan Densus 99 Banser, Nuruzzaman tak sepakat dengan pernyataan Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin yang menyebut rezim Presiden Joko Widodo menjadi puncak dari neo-PKI. Menurutnya, ideologi komunis sudah lenyap dari dunia ini.

Hal itu terjadi saat keduanya menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam TV One, Selasa (29/9).

Mulanya, Novel menjelaskan pendapatanya soal isu kebangkitan PKI di Indonesia. Ia lantas menyebut era pemerintahan Jokowi adalah kesempatan emas bagi PKI untuk bangkit.


Heran PKI Dipersoalkan, Sukmawati: Mereka Tak Menolak Pancasila

"Kenapa saya bilang puncaknya saat ini? Karena wujud dari Ketuhanan Yang Maha Esa, yang selama ini menjadikan Indonesia surganya buat penista agama karena dipenggal Ketuhanan Yang Maha Esa, maka puncaknya di RUU HIP itu," kata Novel.

Novel mengaitkan isu kebangkitan PKI dengan upaya penghapusan TAP MPRS No 25 Tahun 1965. Selain itu, pemerasan Pancasila juga dinilai menjadi agenda bangkitnya gerakan komunis.

"RUU HIP itu ingin memeras Pancasila menjadi Trisila, Ekasila, unsur ketuhanan lagi-lagi ingin dihapuskan. Rentetan itu sudah jelas dan mencapai puncaknya saat ini," sambungnya.

Menanggapi hal itu, Nuruzzaman mengaku tak setuju dengan ulasan Novel tentang kebangkitan PKI. Ia bahkan menilai mantan politisi Partai Bulan Bintang itu tak mempelajari sejarah.

"Ya tidak sepakat sama sekali saya. Mas Novel ini enggak belajar sejarah. Tadi sudah diceritakan oleh Profesor Asvi (Warman Adam) dan Profesor Kiki (Hermawan Sulistyo) bahwa di dunia ini sudah tidak ada lagi ideologi komunismme," kata Nuruzzaman.

"Dalam praktek kenegaraan tadi, disebutkan hanya Kuba dan Korea Utara. Cina saja, sudah tidak lagi menggunakan konsep komunisme dalam urusan ekonomi mereka," jelasnya.

Nuruzzaman menilai, Indonesia cenderung menganut konsep neoliberal yang bertentangan dengan komunis. Hal itu jika dilihat dari kebijakan politik yang diambil pemerintah.

Sejarawan Sebut PKI Dukung Pancasila dalam Sidang Konstituante 1957

Halaman: 
Penulis : Iskandar