logo


Debat Joe Biden vs Trump Kacau, Pengamat: Sebuah Aib dan Itu Semua karena Presiden Trump

Debat Capres AS antara Joe Biden dan Donald Trump berjalan dengan sengit dan berujung kekacauan, banyak pihak yang mengecam dan melontarkan kritik terhadap moderator debat, Chris Wallace

30 September 2020 14:36 WIB

Donald Trump dan Joe Biden
Donald Trump dan Joe Biden sky news

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Debat calon presiden AS yang mempertemukan Joe Biden dan Donald Trump dalam satu panggung berlangsung penuh dengan interupsi dari kedua belah kandidat. Hal tersebut membuat pembawa acara Fox News sekaligus moderator debat Chris Wallace menghadapi sejumlah kritikan keras dari para pengamat.

Di sepanjang acara, Donald Trump berulang kali memotong pernyataan Joe Biden dan Wallace gagal membuat Trump untuk diam.

Banyak dari pengamat menyalahkan Wallace, meskipun Trump yang paling sering melanggar aturan debat dengan terus menerus melontarkan pernyataan dan tanggapan meskipun waktu berbicaranya telah habis. Hal itu membuat Joe Biden geram dan menyuruh Trump untuk tutup mulut. Joe Biden bahkan mengatakan: "Sangat sulit untuk mengeluarkan kata dengan badut ini."


Lebih dari 133 Ribu Pasukan Militan di Suriah Tewas di Tangan Militer Rusia

"Itu adalah kekacauan yang panas," kata Jake Tapper Pimpinan redaksi CNN Washington, dikutip dari The Guardian pada Rabu (30/9).

"Itu adalah debat terburuk yang pernah saya lihat. Faktanya, itu bahkan bukan sebuah debat. Itu adalah sebuah aib dan itu semua karena Presiden Trump," tambahnya.

Dalam acara debat tersebut Trump berulang kali menginterupsi Joe Biden sedangkan Wallace terus meminta Trump untuk menunggu giliran untuk berbicara.

Dalam cuitannya, mantan penasihat keamanan nasional AS era Barrack Obama Ben Rhodes, mengatakan: "Chris Wallace menghilang."

Sementara Josh Barro, seorang jurnalis pada sebuah majalah bisnis New York mengatakan: "Orang-orang melontarkan kebencian mereka kepada Chris Wallace namun saya pikir tidak ada satu pun yang dapat menenangkan debat ini secara efektif."

Perdana Menteri Irak Sebut Kantor Kedubes AS di Baghdad Segera Ditutup

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia