logo


Perdana Menteri Irak Sebut Kantor Kedubes AS di Baghdad Segera Ditutup

Sejumlah negara Uni Eropa dan AS berencana untuk menutup kantor perwakilan mereka di Baghdad, kata Perdana Menteri Irak

30 September 2020 13:31 WIB

Peluncur Roket
Peluncur Roket Raytheon

BAGHDAD, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Irak Mustafa Al Khadimi secara resmi mengumumkan adanya keinginan dari sejumlah negara untuk segera menutup kantor kedutaan besar mereka di Baghdad, khususnya Amerika Serikat, jika perwakilan mereka di Irak terus mendapat serangan dari kelompok militan yang ada di sana.

Sebelumnya, Al Kadhimi juga telah mengeluarkan perintah untuk segera menggelar investigasi terhadap insiden serangan roket di dekat bandar udara internasional Baghdad yang menewaskan lima warga sipil, dimana tiga diantaranya adalah anak-anak.

"Serangan roket terus terjadi, terakhir terjadi kemarin yang menewaskan lima orang, termasuk anak-anak. Serangan-serangan ini memaksa sejumlah organisasi dan perwakilan negara asing mempertimbangkan untuk menutup kantor kedutaan mereka, terutama Amerika Serikat, dan pihak Uni Eropa juga tengah membahas isu ini," katanya dalam rapat dengan kabinet pemerintahan Irak dikutip dari Sputnik News pada Rabu (30/9).


Debat Capres AS Kacau, Joe Biden Minta Trump Tutup Mulut

"Jika keamanan di wilayah (Irak) tidak dapat dipastikan, makan mereka tidak bisa bekerja di Irak," tambahnya.

Jika sejumlah negara tersebut menutup kantor perwakilan mereka, maka hubungan diplomatik, perdagangan, militer, ekonomi, dan budaya mereka dengan Irak juga akan berhenti. Hal tersebut tentunya merupakan sebuah kerugian besar bagi Irak.

 

Lebih dari 133 Ribu Pasukan Militan di Suriah Tewas di Tangan Militer Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia