logo


Perusakan Musholla Darussam, Dasco: Pelaku Tidak Cukup Hanya Ditangkap

Diketahui perusakan Musollah Darussalam terjadi pada hari Selasa tanggal 29 September 2020. Perusakan ini meliputi pencoretan tembok, penyobekan Kitab Suci Alquran dan pengguntingan sajadah oleh orang tidak dikenal.

30 September 2020 11:44 WIB

Viral Coretan \'Saya Kafir\' di Musala
Viral Coretan 'Saya Kafir' di Musala ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengaku prihatin dengan adanya peristiwa perusakan mushola Darussam yang terjadi di Kelurahan Kutajaya, Pasar Kemis, Tangerang.

Menurutnya aksi ini tidak bisa dibenarkan karena dapat memicu kondusi yang tidak kondusif.

“Kami turut prihatin bahwa terjadi aksi yang kemudian tidak bisa dibenarkan di dalam masjid ataupun mushola yang bisa kemudian menjadi suasana tidak kondusif,” ujar Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (30/9/2020).


Kelompok Pendukung Risma Bermunculan, Ini Komentar Wanita Emas

Politisi Partai Gerindra meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut peristiwa perusakan mushola Darussam tersebut.

Aparat penegak hukum diminta untuk tidak sekedar menangkap pelaku, namun juga harus bisa mengungkap apa motif disebaik pengerusakan musollah Darussam.

“Kami minta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas motif pelaku dan kemudian kalau ada hal-hal lain yang perlu didalami lebih dalam lagi. Tidak cukup hanya menangkap pelaku tapi kemudian didalami mungkin ada hal yang lebih cuma coret-coret,” kata Dasco.

“Jadi tidak cukup menangkap tapi diselidiki apa motifnya, latar belakangnya apakah ada yang menyuruh atau lain-lain,” imbuhnya.

Diketahui perusakan Musollah Darussalam terjadi pada hari Selasa tanggal 29 September 2020. Perusakan ini meliputi pencoretan tembok, penyobekan Kitab Suci Alquran dan pengguntingan sajadah oleh orang tidak dikenal.

Mengharapkan Presiden Jokowi Menegur Ahok Adalah Sebuah Ilusi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar