logo


Peringatkan KAMI, PDIP: Jangan Gunakan Strategi 'Musang Berbulu Domba'

Klaim gerakan moral yang digaungkan KAMI semestinya selaras dengan tindakan.

29 September 2020 21:59 WIB

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno.
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno turut menanggapi pembubaran acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/9). Kegiatan silaturahmi itu dibubarkan oleh aparat kepolisian dan sekelompok orang.

Hendrawan menilai KAMI seharusnya dapat kondisi pandemi Covid-19, di mana kegiatan yang memicu kerumunan massa bisa membahayakan orang banyak.

"Jadi intinya, kita harus tahu sikon (situasi dan kondisi), jangan mengobral nafsu untuk tampil dalam kondisi rawan persebaran Covid seperti sekarang," kata Hendrawan kepada wartawan, Selasa (29/9).


Pembubaran Acara KAMI di Surabaya, Sigma: Komnas HAM Harus Turun

Dia menambahkan, klaim gerakan moral yang digaungkan KAMI semestinya selaras dengan tindakan. Gerakan yang dimotori Gatot Nurmantyo beserta kawan-kawannya itu juga diminta untuk membuktikan bahwa KAMI itu mencerdaskan bangsa.

"Bila benar yang digaungkan adalah 'gerakan moral', maka, sikap dan perilakunya juga harus selaras. Jangan menggunakan strategi 'musang berbulu domba', karena normalitas baru menuntut moralitas baru. Di masa pandemi, menggunakan masker memiliki nilai edukatif," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono telah mengklarifikasi bahwa pembubaran kegiatan KAMI itu dilakukan karena tak mengantongi rekomendasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 setempat.

"Acara yang dilangsungkan oleh KAMI tidak memiliki hasil assesmen dari Satgas Covid-19," kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta.

Tak Kantongi Izin Satgas Covid-19, Alasan Acara KAMI Dibubarkan Polisi

Halaman: 
Penulis : Iskandar