logo


Sudah Terlambat bagi Negara Barat untuk Hentikan Laju Pengaruh China

Ai Weiwei mengatakan bahwa saat ini sudah terlambat bagi negara-negara barat untuk menghentikan pengaruh China

29 September 2020 17:37 WIB

Seniman dan pengamat politik China Ai Weiwei
Seniman dan pengamat politik China Ai Weiwei istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Ai Weiwei, seorang seniman sekaligus pembuat film berkewarganegaraan China, mengatakan bahwa pengaruh China sangat dahsyat dan tidak akan bisa dihentikan untuk saat ini.

"Negara barat seharusnya mulai khawatir mengenai China sejak beberapa dekade lalu. Sekarang semuanya sudah terlambat karena negara barat telah membangun sistem yang kuat di China dan dengan serta merta mereka memutusnya, itu akan sangat menyakitkan. Oleh sebab itu China menjadi sangat arogan," katanya dikutip dari BBC News pada Selasa (29/9).

Ai Weiwei menjadi terkenal berkat desain 'sarang burung' yang digunakan sebagai desain stadion untuk Olimpiade Beijing 2008 silam, namun ia kemudian menghadapi masalah serius usai melontarkan pernyataan yang melawan pemerintahan China. Hingga pada 2015 lalu, ia melarikan diri dari China dan menetap di Berlin, Jerman, dan tahun lalu pindah di Cambridge, Inggris.


Jelang Musim Gugur, Wapres AS Sebut Kasus Covid-19 di Amerika Akan Meningkat

Ai meyakini jika saat ini China menggunakan kekuatan ekonominya untuk menyebarkan pengaruh politik mereka. Hal ini tampak jelas bahwa sikap China semakin menjadi lebih tegas pada beberapa tahun belakangan ini.

Hingga sekitar satu dekade lalu, China menunjukkan wajah yang sangat sederhana kepada dunia, dimana slogan pemerintah mereka pada waktu itu adalah: "Sembunyikan cahayamu dan tunggu waktumu". Sementara itu, sejumlah petinggi pemerintahan China menyebut bahwa mereka adalah negara yang sedang berkembang dan perlu belajar banyak dari negara barat.

Kemudian Xi Jinping muncul dan menjadi sekertaris jenderal Partai Komunis pada tahun 2012. Ia diangkat menjadi presiden pada tahun berikutnya. Sejak era kepemimpinannya, wajah kesederhanaan China mulai pudar dan menghilang dengan mengusung slogan yang berbeda: "Berjuang untuk Prestasi."

90 Persen Populasi Nepal Segera Dapatkan Vaksin Covid-19 Buatan Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia