logo


Dua Wanita dan Tiga Anak-anak Tewas dalam Serangan Roket di Baghdad

Militer Irak mengatakan bahwa roket Katyusha sebenarnya mengincar bandara Baghdad, namun meleset dan menghantam sebuah rumah yang berada di dekatnya.

29 September 2020 16:28 WIB

Pesawat lepas landas dari bandara internasional Baghdad
Pesawat lepas landas dari bandara internasional Baghdad reuters

BAGHDAD, JITUNEWS.COM - Pihak militer Irak menyatakan bahwa dua orang wanita dan tiga anak-anak tewas saat roket Katyusha menghantam sebuah kawasan pemukiman di dekat bandara Baghdad pada Senin (28/9). Mereka adalah korban jiwa dari pihak sipil pertama dalam serangkaian serangan yang terjadi di kota tersebut beberapa bulan ini.

Bandara Baghdad tampaknya menjadi target serangan tersebut, namun roket justru menghantam sebuah rumah yang berada di dekatnya. Rumah tersebut sepenuhnya hancur. Selain lima korban jiwa tersebut, serangan roket itu juga melukai dua anak-anak lainnya.

Dalam pernyataan tertulis, pihak militer Irak menyebut jika roket tersebut berasal dari wilayah kelompok al-Jihad. Pihak militer juga menyebut serangan itu sebagai "tindak kejahatan pengecut" yang dilakukan oleh "beberapa kelompok" yang menebar kekacauan dan teror terhadap warga masyarakat, dilansir dari RT pada Selasa (29/9).


Negara Barat Tuding Iran Lakukan Pelanggaran HAM, Iran: Anda Bantu Saddam dengan USD 75 Miliar

Perdana Menteri Irak Mustafa al-Khadimi juga telah meminta mereka yang melakukan serangan tersebut untuk diseret ke pengadilan untuk mempertangung-jawabkan tindakannya.

Intensitas serangan roket pada beberapa pekan terakhir terus meningkat di Baghdad, dimana roket tersebut mengincar kantor Kedubes AS, bandara Baghdad dan pasukan militer AS.

Sementara itu, Washington menuding militan Syiah yang berhubungan dengan Iran telah meningkatkan intensitas serangan menyusul kematian petinggi militer Iran Qassem Solemani pada bulan Januari lalu saat berada di luar bandara Baghdad.

Memburuknya situasi keamanan membuat pemerintah AS mengancam akan menutup kantor kedubes mereka di Baghdad jika pemerintah Irak tidak serius menangani kelompok militan tersebut.

Gelar Aksi Protes Tolak Kedatangan Menlu AS, Rakyat Yunani: Pulanglah!

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia