logo


Tak Terima Hanya Acaranya yang Dibubarkan, KAMI Akan Tempuh Jalur Hukum

KAMI mengatakan kalau Jatim mau konsisten seharusnya semua kerumunan dibubarkan

29 September 2020 15:41 WIB

Politisi PPP yang juga mantan Anggota DPR RI, Ahmad Yani
Politisi PPP yang juga mantan Anggota DPR RI, Ahmad Yani satuharapan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koodinator Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Ahmad Yani mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi terkait pembubaran silaturahim KAMI di Surabaya.

Ahmad Yani merasa heran kenapa hanya acaranya yang dibubarka oleh pihak kepolisian. Sementara kegiatan kerumunan seperti pendaftaran Pilkada yang melibatkan banyak orang tetap dibiarkan.

"Seharusnya gugus tugas bukan boleh membatalkan, namun memastikan apakah acara itu sudah memenuhi protokol kesehatan atau tidak. Kalau memang Jawa Timur mau konsisten, seharusnya semua kegiatan kerumunan lain enggak boleh dong," kata Ahamd yani seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (29/9/2020.


Fadli Zon: Persekusi terhadap KAMI di Surabaya Merupakan Persekusi terhadap Demokrasi

"Kan kemarin kan di Surabaya juga ada pilkada, kenapa polisi tidak dibubarkan itu. Kenapa polisi tidak bubarkan iring-iringan pendaftaran itu," imbuhnya.

Yani mengatakan bahwa pihaknya kan melakukan investigasi terkait pembubaran acara silaturahim di Surabaya. Apabila kepolisian melakukan pelanggaran maka KAMI akan menempuh jalur hukum.

"Kita akan lakukan investigasi, kalau ternyata dalan proses itu polisi ada yang melanggar prosedural, kita kan melaksanakan tindakan hukum. Kita akan laporkan untuk ditindak dong," pungkasnya.

 

KAMI Gaungkan 'Gerakan Moral', PDIP: Jangan Gunakan Strategi 'Musang Berbulu Domba'

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati