logo


Gelar Aksi Protes Tolak Kedatangan Menlu AS, Rakyat Yunani: Pulanglah!

Menlu AS tiba di Yunani pada Senin (28/9) dan disambut dengan aksi protes oleh warga Athena dan Thessaloniki

29 September 2020 14:51 WIB

Warga Yunani gelar aksi protes tolak kedatangan menlu AS Mike Pompeo
Warga Yunani gelar aksi protes tolak kedatangan menlu AS Mike Pompeo RT

ATHENA, JITUNEWS.COM - Ratusan orang mengambil alih jalanan di kota Athena dan Thessaloniki untuk menolak kedatangan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Yunani pada Senin (28/9).

Para pendemo yang sebagian besar merupakan para mahasiswa dan kelompok sayap kiri melakukan long march di jalanan Athena pada Senin (28/9). Massa diketahui membawa sejumlah bendera berwarna merah dan meneriakkan "Pompeo tidak diinginkan!" serta "Pompeo, pulanglah!"

Aksi protes awalnya berjalan dengan damai namun situasi memanas usai mereka berhasil mencapai kantor kedutaan besar AS yang saat itu tengah dijaga dengan ketat. Pihak kepolisian berupaya membubarkan aksi tersebut dengan menembakkan gas air mata, dan memukul para pendemo dengan pentungan.


Gawat, Pakar Sebut Pemanasan Global Jadi Lebih Stabil dan Itu Sangat Buruk

Aksi serupa juga terjadi di kota Thessaloniki, kota terbesar kedua di Yunani. Para pendemo menggelar aksi long march dan berhenti di depan Gedung Konsulat Jenderal AS. Mereka membawa dan menginjak-injak bendera Amerika Serikat.

Sementara itu, Pompeo sendiri berada di Yunani selama dua hari, Senin dan Selasa (29/9), ditengah memanasnya hubungan antara Yunani dengan Turki dalam sengketa Laut Mediterania Timur.

Athena dan Ankara, yang sebelumnya telah menyiagakan armada tempur mereka di wilayah perairan tersebut, belakangan ini sepakat untuk memulai proses negosiasi atas permasalahan tersebut.

Setelah menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Yunani di Thessaloniki, Pompeo mengatakan bahwa ia berharap proses negosiasi yang dilakukan oleh Yunani-Turki menghasilkan sebuah solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Negara Barat Tuding Iran Lakukan Pelanggaran HAM, Iran: Anda Bantu Saddam dengan USD 75 Miliar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia