logo


Negara Barat Tuding Iran Lakukan Pelanggaran HAM, Iran: Anda Bantu Saddam dengan USD 75 Miliar

Menteri Luar Negeri Iran melontarkan pernyataan yang menjadi pukulan telak kepada pernyataan dan tudingan yang dilontarkan oleh sejumlah negara barat kepada mereka soal HAM

29 September 2020 14:29 WIB

Tehran Times

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Pada pekan lalu, Inggris, Perancis dan Jerman atau yang dikenal dengan negara E3, memanggil Dubes Iran ke negara mereka untuk menyampaikan protes atas perlakuan Iran terhadap sejumlah tahanan politik dan tahanan yang memiliki status kewarganegaraan ganda mereka.

Tak berselang lama, Jerman membawa isu tersebut Dewan HAM PBB atas nama 47 negara, yang kemudian sejumlah pakar HAM PBB mendesak Iran untuk membebaskan Nasrin Sotoudeh, seorang aktivis HAM yang mereka tahan.

Tak terima dituduh melakukan pelanggaran HAM, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif melayangkan pukulan telak kepada Uni Eropa dan AS atas tindakan mereka yang menekan Iran.


Petugasnya Ditembak Mati oleh Korut, Korsel Sebut Ia Berupaya Membelot

"Anda membantu Saddam (Husein) dengan USD 75 Miliar....dan sekarang anda membuat klaim? katanya dalam upacara peringatan perang delapan tahun 1980-1988 yang dimulai saat pihak negara barat membantu pemimpin Irak Saddam Husein menginvasi Iran pada Senin (28/9) dikutip dari Al Jazeera.

Zarif kemudian menyebut diktator Irak tersebut juga mendapat bantuan senjata kimia dan sejumlah pesawat tempur untuk melakukan penyerangan kepada mereka.

"Senjata kimia dari Jerman dan Belanda juga diberikan kepada Saddam untuk melawan rakyat Iran, dan sekarang anda mengklaim telah menjadi negara yang beradab?" lanjutnya.

"Sejarah tidak akan melupakan kejahatan yang anda lakukan. Rakyat Iran tidak akan pernah melupakan kejahatan-kejahatan itu. Anda berpartisipasi dalam kejahatan melawan Iran dan sekarang anda mengklaim HAM? Anda telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan," tandasnya.

Dalam pidato tersebut, Zarif juga menyinggung tentang kematian petinggi militer Iran Qassem Solemani di Irak pada bulan Januari lalu dalam sebuah serangan drone AS.

"Anda bilang anda telah menghancurkan Daesh (ISIS), namun anda malah memukul musuh nomer satu Daesh secara biadab dan penuh kehinaan," tukasnya.

Gawat, Pakar Sebut Pemanasan Global Jadi Lebih Stabil dan Itu Sangat Buruk

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia