logo


KAMI Gaungkan 'Gerakan Moral', PDIP: Jangan Gunakan Strategi 'Musang Berbulu Domba'

PDIP sebut KAMI seharusnya bisa menempatkan diri di tengah pandemi virus corona

29 September 2020 14:27 WIB

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno.
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno, mengatakan bahwa Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) seharusnya bisa menempatkan diri di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Jadi, intinya, kita harus tahu sikon (situasi dan kondisi), jangan mengobral nafsu untuk tampil dalam kondisi rawan persebaran Covid seperti sekarang," kata Hendrawan kepada wartawan, Selasa (29/9).

KAMI menyebut mereka adalah gerakan moral. Hendrawan mengatakan bahwa klaim harus selaras dengan perilakunya.


Acara KAMI di Surabaya Batal, Din Syamsuddin: Dibubarkan Polisi dengan Alasan Melanggar Protokol Covid-19

"Bila benar yang digaungkan adalah 'gerakan moral', sikap dan perilakunya juga harus selaras. Jangan menggunakan strategi 'musang berbulu domba', karena normalitas baru menuntut moralitas baru. Di masa pandemi, menggunakan masker memiliki nilai edukatif," katanya.

Hendrawan mengatakan bahwa di tengah pandemi virus corona segala macam kegiatan memang dibatasi.

"Di tengah-tengah harapan dan kesepakatan untuk menegakkan disiplin menjalankan protokol kesehatan, deklarasi atau pertemuan-pertemuan dengan jumlah massa besar sebaiknya dibatasi. Itu sebabnya, perizinan kegiatan dibuat lebih ketat. Di Kabupaten Tegal ada kapolsek yang sudah diberhentikan," terang Hendrawan.

"Di Kabupaten Pekalongan, Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP, menunggu satu jam untuk menunggu panitia mengurangi acara yang semula dibanjiri sekitar 2.000 orang untuk diturunkan jadi 50 orang di dalam gedung," imbuh Hendrawan.

Fadli Zon: Persekusi terhadap KAMI di Surabaya Merupakan Persekusi terhadap Demokrasi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata