logo


Gawat, Pakar Sebut Pemanasan Global Jadi Lebih Stabil dan Itu Sangat Buruk

Meningkatnya pemanasan global membuat suhu permukaan laut meningkat sehingga jumlah karbondioksida yang terserap dan kandungan oksigen yang dihasilkan mengalami penurunan

29 September 2020 13:41 WIB

Gunung es
Gunung es istimewa

PARIS, JITUNEWS.COM - Para peneliti perubahan iklim mengatakan bahwa pemanasan global membuat lautan menjadi lebih stabil, dengan adanya peningkatan suhu permukaan dan berkurangnya kandungan CO2 yang dapat diserap. Mereka memperingatkan bahwa hal itu akan mengakibatkan sejumlah dampak buruk.

Perubahan iklim yang disebabkan oleh ulah manusia diketahui telah meningkatkan temperatur permukaan laut di seluruh dunia yang membuat atmosfer menjadi tidak stabil sehingga mengakibatkan adanya cuaca ekstrim, seperti badai di wilayah daratan.

Namun bagi lautan, suhu yang lebih panas memiliki dampak lain, yakni adanya perlambatan dari proses bercampurnya permukaan yang hangat dan bagian bawahnya yang lebih dingin sehinga kandungan oksidgen di zona laut dalam menjadi lebih meningkat.


Ingin Teheran Terisolir dari Dunia Luar, AS Siapkan Sanksi untuk Seluruh Sistem Finansial Iran

Dilansir dari CNA pada Selasa (29/9), Stratifikasi laut ini membuat air yang berasal dari kedalaman, yang membawa oksigen dan nutrisi ke permukaan menjadi berkurang, sedangkan air di permukaan laut menyerap lebih sedikit kandungan karbondioksida yang nantinya akan dibawa ke kedalaman.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change, para pakar iklim internasional mengatakan bahwa mereka menemukan bahwa stratifikasi secara global telah meningkat hingga 5.3% dari tahun 1960 hingga 2018 lalu.

Mereka mengatakan bahwa hal ini juga memperparah proses pencairan es di wilayah perairan kutub, sehingga jumlah air tawar, yang memiliki massa jenis yang lebih ringan dari air asin, meningkat sehingga berakumulasi pada permukaan air laut.

Michael Mann, seorang pakar ilmu cuaca di Universitas Pennsylvania mengatakan bahwa apa yang ditemukan oleh para peneliti tersebut akan membawa dampak buruk, termasuk potensi terbentuknya badai yang lebih dahsyat.

Mann juga menyinggung adanya pengurangan jumlah karbon dioksida yang dapat diserap membuat polusi karbon di dalam udara akan terbentuk lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Mann juga mengatakan bahwa menghangatnya perairan membuat gletser dan es di kutub mencair lebih cepat sehingga permukaan air laut naik. Serta meningkatnya suhu di permukaan air laut membuat pengiriman oksigen yang dibawa oleh air yang lebih dingin menjadi lambat sehingga berdampak buruk terhadap kehidupan bawah laut.

 

Petugasnya Ditembak Mati oleh Korut, Korsel Sebut Ia Berupaya Membelot

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia