logo


Petugasnya Ditembak Mati oleh Korut, Korsel Sebut Ia Berupaya Membelot

Pihak penjaga pantai Korea Selatan menyatakan bahwa seorang petugas dinas perikanan yang tewas dibunuh oleh petugas penjaga perbatasan Korea Utara pada pekan lalu berupaya untuk membelot ke Pyongyang

29 September 2020 13:09 WIB

Bendera Korea Selatan
Bendera Korea Selatan kumparan

SEOUL, JITUNEWS.COM - Pihak penjaga pantai Korea Selatan pada Selasa (29/9) mengatakan bahwa pejabat dinas perikanan mereka yang terbunuh oleh militer Korea Utara pada pekan lalu tersebut memang berniat untuk membelot kepada Korea Utara. Jasad pria malang tersebut sempat menghilang sehingga kedua negara sepakat untuk mengadakan sebuah upaya pencarian.

"Kami telah mengkonfirmasi bahwa pihak (Korea) Utara telah mengamankan informasi personal, termasuk nama, usia, asal kota dan tinggi badan, oleh karena itu orang yang hilang tersebut meyakinkan diri untuk pergi ke Korea Utara," kata Yoon Sung-hyun, kepala investigasi dan intelijen di penjaga pantai Korea Selatan, dikutip dari Channel News Asia.

Yoon mengatakan bahwa sangat kecil kemungkinannya pria tersebut tidak sengaja tercebur atau adanya usaha untuk bunuh diri karena ia diketahui memakai jaket dan peralatan pelampung saat ditemukan 38 kilometer dari lokasi ia menghilang.


Jerman Sarankan AS-Eropa Bersatu Hadapi Ancaman dari China

Yoon juga mengatakan bahwa pria tersebut tengah terlilit hutang lebih dari 58 juta won atau setara dengan USD 49,600, namun sejauh ini masih belum jelas apakah hal itu yang menjadi motivasi pria tersebut untuk membelot ke Korea Utara.

Sementara itu, saudara dari petugas dinas perikanan Korsel yang tewas itu, Lee Rae-Jin meyakini bahwa saudaranya mengalami kecelakaan saat bertugas dan tidak memiliki niatan untuk melarikan diri ke Korea Utara.

Sebelumnya, pihak penjaga pantai Korea Utara dan Korea Selatan terpaksa menggelar upaya pencarian dengan menerjunkan puluhan kapal. Hal tersebut dilakukan karena pihak Korea Selatan menuduh jika jasad petugas dinas perikanan tersebut telah dibakar setelah ditembak mati oleh Korea Utara. Di sisi lain, Korea Utara membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka hanya menembak mati dan membakar semua peralatan yang digunakan oleh pria tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ingin Teheran Terisolir dari Dunia Luar, AS Siapkan Sanksi untuk Seluruh Sistem Finansial Iran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia