logo


Ahok Minta BUMN Jadi Superholding, Dahlan Iskan: Bentuk Sekarang, Mumpung DPR Diminta Apa Aja Mau

Dahlan Iskan mengatakan bahwa keputusan pembentukan superholding BUMN juga melibatkan DPR

29 September 2020 07:00 WIB

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengusulkan agar Kementerian BUMN dibubarkan dan diganti menjadi superholding seperti Temasek di Singapura.

Menanggapi hal tersebut, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan apabila hendak dibentuk superholding maka waktu yang tepat adalah saat ini. Paslanya, menurut Dahlan Iskan, saat ini mudah untuk memperoleh dukungan dari DPR.

"Kalau mau membentuk superholding sekarang, mumpung DPR-nya seperti ini, belum tentu DPR yang akan datang sikapnya masih seperti ini. Yang udah pasti DPR di zaman jadi menteri begini bukan main proses politik di DPR itu," kata Dahlan Iskan dalam sebuah diskusi online, Senin (28/9/2020).


Tanri Abeng Sebut dalam Road Map yang Disusunnya, Kementerian BUMN Bubar Tahun 2010

Dahlan Iskan mengatakan bahwa keputusan pembentukan superholding tidak hanya ditangan presiden saja, namun juga melibatkan DPR. Oleh karena itu ia menyarankan segera dibentuk apabila masyarakat memang menginginkannya.

"Kalau memang niat untuk membuat superholding dianggap penting, saya kira saatnya sekarang dalam pengertian mumpung DPR-nya ini diminta apa aja mau," lanjutnya.

Sebut 30 BUMN Sudah Meninggal, Dahlan Iskan: Tapi Rupanya Mayat Ini Bergentayangan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati