logo


Jerman Sarankan AS-Eropa Bersatu Hadapi Ancaman dari China

Peter Beyer meminta AS dan Uni Eropa untuk bersatu dalam menghadapi ancaman perang dingin baru dari China

28 September 2020 22:12 WIB

Presiden Perancis Emmanuel Macron (kiri), Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan)
Presiden Perancis Emmanuel Macron (kiri), Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan) istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Salah seorang tokoh politik senior Jerman, Peter Beyer, mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa perlu bersatu untuk menghadapi situasi "perang dingin baru" melawan China, terlepas dari bagaimanapun hasil pemilihan umum AS yang akan digelar bulan November mendatang.

Pernyataan tersebut ia lontarkan karena ia melihat jika Uni Eropa dan As berbagi kepentingan yang sama.

"Eropa dan Amerika Serikat harus bergabung bersama untuk menghadapi ancaman besar dari pemerintah China. Perang dingin baru antara AS dan China telah dimulai dan akan membentuk (sejarah) abad ini," kata Beyer dalam sebuah wawancara dengan AFP, dikutip dari Sputniknews pada Senin (28/9).


Desak Presiden Belarus untuk Mundur, Perancis: Lukashenko Harus Pergi

Ia mengatakan bahkan jika Joe Biden terpilih menjadi presiden AS, hubungan AS dan Uni Eropa bisa diperbaiki namun tetap memakan waktu yang tidak singkat. Sedangkan jika Trump terpilih lagi menjadi presiden AS untuk periode keduanya, hubungan AS dengan Uni Eropa juga tidak lantas memburuk.

"Washington dan khususnya Amerika Serikat tidak hanya soal Gedung Putih saja," kata Beyer.

Sebagaimana diketahui, hubungan AS dengan Uni Eropa mencapai titik nadir dibawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Beberapa tahun terakhir ini, pemerintahan Trump berselisih paham dengan Uni Eropa di hampir semua sektor, mulai dari kesepakatan nuklir Iran dan soal isu perubahan iklim, masalah pendanaan terhadap WHO hingga urusan dagang.

Kendati demikian, Beyer menyebut Uni Eropa dan AS masih memiliki kepentingan yang serupa, atau bisa dibilang sama persis, khususnya terkait isu China dan Iran.

Diambang Perang, Bangladesh Siapkan Peralatan Tempur Mereka di Perbatasan dengan Myanmar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia