logo


Setengah Juta Ekor Hiu Bakal Terbunuh dalam Produksi Vaksin Covid-19, Kok Bisa?

Kelompok konservasi hiu, Sharrk Allies, menyebut setengah juta hiu di lautan dapat terbunuh untuk diambil minyak hatinya yang merupakan bahan dasar vaksin

28 September 2020 21:38 WIB

Hiu putih
Hiu putih Wikimedia Commons

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Squalene, sebuah kandungan minyak yang diambil dari organ hati ikan hiu, biasanya digunakan untuk banyak keperluan, termasuk sektor farmasi. Minyak hati ikan hiu ini digunakan sebagai adjuvan atau sebagai penguat sistem kekebalan dalam sebuah vaksin. Bahan adjuvan yang diambil dari Squalene ini sering digunakan dalam sebuah vaksin virus influenza dan virus Corona.

Organisasi non-profit yang terbentuk untuk upaya pelestarian populasi hiu, Shark Allies, khawatir jika lebih dari setengah juta hiu di seluruh perairan dunia terbunuh dalam rangka membuat vaksin Covid-19. Estimasi yang dilakukan oleh kelompok tersebut menyebut jika untuk memproduksi sebuah dosis vaksin Covid-19 yang mencukupi untuk seluruh populasi manusia di muka bumi, diperlukan sekitar 250 ribu ikan hiu.

Sementara menurut hasil riset terbaru, diperlukan setidaknya dua kali penyuntikan vaksin terhadap setiap orang untuk membentuk sistem imun yang kuat terhadap infeksi virus Covid-19. Hal ini berarti jumlah ikan hiu yang terbunuh kemungkinan meningkat dua kali lipat dari prediksi sebelumnya.


Soal Pendistribusian Vaksin, Airlangga: Pemerintah Sudah Menyiapkan Perpres

Mereka memperingatkan jika penggunaan squalene atau minyak hati yang diambil dari ikan hiu nantinya hanya akan berdampak buruk terhadap alam dan dapat mengakibatkan bencana, selain adanya potensi kepunahan dari sejumlah spesies hiu.

"Memanen sesuatu dari hewan liar adalah sesuatu hal yang tidak akan pernah dapat diperbarui, khususnya jika hewan itu adalah predator tertinggi yang tidak bereproduksi dalam jumlah besar," kata Stefanie Brendl, pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Shark Allies, dikutip dari Sputniknews pada Senin (28/9).

Mereka menjelaskan bahwa zat squalene juga dapat diproduksi oleh tumbuh-tumbuhan, namun proses ekstraksinya jauh lebih mahal sekitar 30 persen daripada mengambil langsung dari ikan hiu.

Di sisi lain, kelompok tersebut mencatat bahwa mereka juga tidak mungkin bisa meminta perusahaan-perusahaan farmasi untuk memperlambat proses produksi vaksin Covid-19. Mereka hanya dapat meminta perusahaan-perusahaan untuk menggunakan squalene yang diambil dari tumbuh-tumbuhan.

Tak Ada Daerah Zona Merah Covid-19 di Jateng, Ganjar: Alhamdulillah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia